PT INKA Ekspor 340 Gerbong Kereta ke Selandia Baru Lewat Pembiayaan LPEI

5 Agustus 2026, 17:16 WIB

PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA memperluas pasar manufaktur nasional dengan mengekspor 340 unit gerbong barang tipe SOW6 ke Selandia Baru. Langkah ini mendapat dukungan pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, seperti dikutip dari Detik Finance.

Pengadaan 340 unit Container Flat Top Wagon tersebut didapatkan PT INKA melalui kontrak dari UGL Rail Service Pty Limited asal Australia. Sarana perkeretaapian ini nantinya dioperasikan oleh KiwiRail selaku pengguna akhir di Selandia Baru.

Pengiriman gerbong dilakukan bertahap sebanyak tiga kali selama tahun 2026. Sebanyak 200 unit gerbong telah dikirimkan dari fasilitas produksi PT INKA di Madiun, Jawa Timur, sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pengiriman terkini berlangsung pada 30-31 Juli 2026 dengan jumlah 20 unit gerbong.

Guna mensukseskan pelaksanaan proyek ini, LPEI mengucurkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP) bernilai USD 8,5 juta. Skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA) ini difokuskan untuk mendukung penyelesaian kontrak manufaktur tersebut.

Dukungan pembiayaan kali ini menjadi penyaluran kedua dari LPEI kepada PT INKA. Pada tahun 2024, LPEI telah menyalurkan dana sebesar USD 11,9 juta kepada anak usaha INKA Multi Solusi (IMS), yang mencakup pembiayaan USD 7,7 juta serta penjaminan USD 4,2 juta untuk proyek ekspor gerbong ke Selandia Baru.

Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto menjelaskan bahwa dukungan fasilitas PKE merupakan wujud kehadiran negara lewat Kementerian Keuangan untuk mendorong industri strategis nasional yang berorientasi ekspor.

"Melalui fasilitas PKE, LPEI menjalankan mandat negara untuk memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia, seperti yang dihasilkan PT INKA, terus memperluas penetrasi ke pasar global. Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat. LPEI akan terus mendukung para eksportir Indonesia melalui pembiayaan, penjaminan, dan asuransi guna mendorong pertumbuhan ekspor serta perekonomian nasional yang berkelanjutan," kata Anton Herdianto.

Anton menambahkan bahwa skema PKE dirancang untuk memperkuat kapasitas produksi industri strategis dalam negeri agar semakin kompetitif di pasar Internasional. Gerbong tipe SOW6 dirancang khusus agar sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar operasional jalur kereta api di Selandia Baru.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INKA, Prihanto Herbowo turut mengapresiasi ketersediaan fasilitas pembiayaan dari LPEI dalam menunjang kelancaran ekspor tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPEI atas dukungan pembiayaan ekspor yang diberikan sehingga PT INKA dapat menyelesaikan produksi sebanyak 250 unit wagon dari total 340 unit sesuai target pengiriman ke Selandia Baru. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga LPEI dapat terus mendukung berbagai proyek strategis PT INKA di masa mendatang," tutur Prihanto Herbowo.

Keberhasilan ekspor gerbong barang ini diharapkan memberikan dampak ganda bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan penggunaan komponen lokal, pembukaan lapangan kerja baru, hingga penguatan rantai pasok industri manufaktur di Indonesia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang