Thailand akan memecat hampir 6000 pegawai daerah usai kecurangan ujian

5 Agustus 2026, 18:18 WIB

Menteri Dalam Negeri Thailand Worasit Liangprasit mengatakan kecurangan dalam ujian penerimaan pegawai negeri dapat membuat 5.925 pegawai pemerintah daerah kehilangan pekerjaan bulan ini. Investigasi menargetkan ujian rekrutmen Departemen Administrasi Daerah tahun 2025, dengan 400.000 lebih kandidat bersaing untuk 6.669 lowongan.

Dilansir dari Detikcom, Worasit menyatakan komite penyelidik bersama manajemen pejabat administrasi daerah akan menggelar rapat pada Rabu 5/8 dan Kamis 6/8 waktu setempat, serta menyebut pemerintah daerah akan bertindak cepat mencopot pelaku kecurangan dari jabatan mereka.

Worasit menggambarkan kasus ini sebagai korupsi terbesar di Thailand, dengan sekitar 10.000 orang terlibat dalam operasi yang terungkap pada Juni lalu.

"Terungkapnya kecurangan dalam ujian penerimaan pegawai negeri akan menyebabkan nyaris 6.000 pegawai pemerintah daerah kehilangan pekerjaan mereka bulan ini," ujar Worasit Liangprasit, Menteri Dalam Negeri Thailand.

Dia menyebut komite yang menyelidiki ujian dan manajemen pejabat administrasi daerah menggelar rapat pada Rabu 5/8 dan Kamis 6/8 waktu setempat.

"Komite yang menyelidiki ujian tersebut dan manajemen pejabat administrasi daerah akan menggelar rapat pada Rabu dan Kamis," kata Worasit Liangprasit, Menteri Dalam Negeri Thailand.

Fokus penyelidikan adalah ujian rekrutmen untuk Departemen Administrasi Daerah tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Univestitas Srinakharinwirot.

Worasit mengatakan jumlah pelamar yang bersaing mencapai lebih dari 400.000 kandidat untuk memperebutkan 6.669 lowongan.

Penyidik menduga adanya jaringan yang mengumpulkan dana lebih dari 4 miliar Baht atau setara Rp 2,1 triliun dari pelamar yang menginginkan jaminan penempatan kerja.

Pada Senin 3/8, Komisioner Biro Investigasi Pusat (CIB) Letnan Jenderal Polisi Nathasak Chaowanasai menyatakan polisi menetapkan status tersangka terhadap 13 orang, termasuk lima tersangka yang telah mengakui tuduhan.

"Polisi telah menetapkan status tersangka terhadap 13 orang, dengan lima tersangka di antaranya telah mengakui tuduhan tersebut," kata Letnan Jenderal Polisi Nathasak Chaowanasai, Komisioner Biro Investigasi Pusat.

Salah satu tersangka disebut merupakan pejabat senior dari Universitas Srinakharinwirot.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang