Kapten Timnas Indonesia Rizky Ridho menargetkan timnya meraih gelar juara Piala AFF 2026 menjelang laga ketiga Grup A melawan Vietnam di Stadion Pakansari pada Senin (3/8/2026) malam WIB. Target tersebut dipasang usai skuad Garuda menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan atas Kamboja dan Timor Leste, sebagaimana dilansir dari Bola.
Indonesia saat ini mengantongi modal positif usai menumbangkan Kamboja 5-1 dan Timor Leste 3-0. Kemenangan berturut-turut ini memperbesar peluang tim Merah-Putih untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Keinginan Ridho untuk membawa pulang trofi didasari oleh catatan historis tim nasional yang belum pernah mengunci gelar juara meski telah enam kali menembus babak final. Pemain Persija Jakarta itu sendiri sempat merasakan posisi runner-up pada edisi 2021 dan terhenti di babak semifinal pada edisi 2022.
"Semoga kami bisa meraih hasil terbaik, yaitu kemenangan, karena Indonesia sudah lama menantikan trofi ini. Semoga kami bisa membawa pulang trofi ini ke Indonesia," ujar Rizky Ridho.
Kehadiran pelatih John Herdman memberi dampak positif terhadap mentalitas bertanding dan skema kepemimpinan internal tim nasional Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut menerapkan sistem kepemimpinan bersama yang melibatkan kelompok pemain senior untuk merangkul seluruh anggota skuad.
"Menurut pendapat pribadi saya, pengaruhnya sangat positif. Dia sangat memperhatikan detail, membawa aura positif, dan semoga target-target tim nasional Indonesia ke depannya bisa tercapai bersamanya," kata Rizky Ridho.
Ridho menilai strategi pembentukan kelompok pemimpin di dalam tim membuat seluruh pemain memiliki rasa tanggung jawab yang sama untuk mencapai target utama di turnamen ini.
"Tentu saja, target saya memenangkan trofi. Di era pelatih Herdman, sosok pemimpin bukan hanya satu orang, tapi ia membentuk kelompok yang terdiri dari enam hingga tujuh pemain, dan di dalam kelompok itu, setiap orang berperan sebagai pemimpin," lanjut Rizky Ridho.
Pemain berusia 24 tahun itu menambahkan bahwa pembagian peran kepemimpinan tersebut mempermudah koordinasi antar pemain di dalam maupun luar lapangan.
"Berkat bantuan enam atau tujuh pemain ini, seluruh anggota tim dapat dirangkul dengan baik, bukan hanya oleh satu orang saja. Kami dibentuk untuk membawa tim ini menjadi juara dan mempersembahkan trofi bagi Indonesia," tutur Rizky Ridho.
Kekompakan tim diharapkan dapat ditunjukkan secara maksimal saat melakoni laga krusial menghadapi Vietnam yang berstatus sebagai juara bertahan.
"Harapannya, kami bisa menampilkan permainan sesuai keinginan pelatih, membahagiakan masyarakat Indonesia, dan atas izin Tuhan kami bisa membawa pulang trofi tersebut untuk Indonesia untuk pertama kalinya," ujar Rizky Ridho.
Setelah sempat diistirahatkan pada pertandingan kedua kontra Timor Leste sebagai bentuk rotasi pemain, Ridho diproyeksikan kembali mengisi barisan pertahanan utama bersama Sandy Walsh dan Shayne Pattynama saat bersua Vietnam.






