BRIN Ungkap Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur

6 Agustus 2026, 00:48 WIB

Fenomena kematian massal ikan menerpa kawasan Danau Batur, Bali pada akhir Juli lalu. Peristiwa alami tersebut diduga akibat fenomena lake mixing atau pencampuran kolom air danau, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Proses alami ini terjadi saat massa air dari dasar danau terangkat dan bercampur dengan air di permukaan.

Sulung Nomosatryo, peneliti biogeokimia Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memaparkan bahwa lapisan dasar danau menyimpan kandungan oksigen yang lebih rendah. Hal ini dipicu oleh dekomposisi bahan organik yang berlangsung lama, disertai akumulasi senyawa sulfida (H⁠₂​S).

Saat pemantauan di lapangan, peneliti menemukan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) pada permukaan danau anjlok hingga mendekati 0 mg/L. Bau menyengat hidrogen sulfida juga tercium kuat di sekitar danau.

Kondisi ini menandakan bahwa massa air dari lapisan bawah danau naik ke permukaan dan masuk ke habitat ikan. Dalam situasi tertentu, senyawa sulfida berubah menjadi H⁠₂​S yang sangat beracun bagi kelangsungan hidup biota air.

"Keberadaan bau H⁠₂​S menunjukkan bahwa air dari lapisan bawah kemungkinan telah terangkat ke permukaan. Namun, kita tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa sulfida merupakan penyebab tunggal kematian ikan," kata Sulung pada Minggu (2/8/2026), melalui laman BRIN.

Pengkajian seluruh parameter kualitas air serta analisis laboratorium mendalam masih diperlukan untuk memetakan penyebab fenomena ini secara utuh.

Karakteristik Vulkanik Danau Batur

Peneliti hidrodinamika danau BRIN, Arianto Budi Santoso, menambahkan bahwa lokasi Danau Batur yang berada di dekat Gunung Batur memicu tingginya kandungan sulfur dibanding danau lain. Danau vulkanik ini memiliki sifat kimiawi yang khas.

Pada kondisi tanpa oksigen (anoksik), senyawa sulfat di dasar danau berubah menjadi sulfida. Ketika pencampuran air berlangsung, sulfida naik ke permukaan yang kaya oksigen lalu mengalami oksidasi kembali menjadi sulfat. Reaksi kimia ini terus menguras cadangan oksigen terlarut di danau.

Berdasarkan publikasi dalam jurnal Inland Waters, Danau Batur tergolong tipe danau polimiktik yang mengalami proses pencampuran massa air beberapa kali dalam setahun.

"Berdasarkan hasil penelitian, periode mixing di Danau Batur biasanya terjadi pada bulan Juni-Agustus, akhir Desember, dan Februari," kata Arianto.

Proses oksidasi sulfida, dekomposisi bahan organik, serta respirasi organisme mempercepat penurunan oksigen saat pencampuran berlangsung. Meski terjadi secara alami, dampak pencampuran kolom air sangat dipengaruhi oleh cuaca, kualitas air, karakteristik fisik danau, serta ekosistem perairan.

Data riset dari BRIN ini disiapkan untuk mendukung pengembangan sistem peringatan dini sekaligus menjadi acuan penyusunan kebijakan pengelolaan danau yang adaptif berbasis bukti ilmiah.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang