Arthur Fery Bikin Kejutan Lolos Semifinal Wimbledon 2026

6 Agustus 2026, 02:46 WIB

Kejutan besar terjadi pada ajang Wimbledon 2026 setelah petenis asal Inggris, Arthur Fery, melangkah ke semifinal. Prestasi ini diraih usai menundukkan atlet unggulan ke-10 dunia, Flavio Cobolli, di Centre Court pada Rabu (8/7/2026).

Keberhasilan ini dicatat Fery sebagai tunggal putra Inggris keempat yang menembus babak empat besar Wimbledon. Pemain penerima wild card berusia 23 tahun tersebut dilansir dari Bola menjadi satu-satunya petenis putra Inggris berstatus wild card yang melaju ke perempat final Grand Slam pada era Open.

Petenis muda ini memiliki latar belakang keluarga pengusaha dan olahragawan. Lahir di Sevres, Prancis, ibunya yang bernama Olivia merupakan mantan atlet tenis profesional. Olivia bahkan pernah mengarahkan Fery bermain di lapangan Wimbledon saat masa kecilnya.

Ayah Fery, Loic Fery, tercatat sebagai miliuner Prancis pendiri Chenavari Investment Managers pada 2007. Loic juga menjabat sebagai presiden klub sepak bola Ligue 1, FC Lorient, sejak 2009 dengan perkiraan total kekayaan mencapai 275 juta poundsterling atau sekitar Rp6,6 triliun.

Pencapaian hingga babak perempat final membuat Fery dipastikan menerima hadiah bernilai 480 ribu poundsterling atau setara Rp11,6 miliar. Keberhasilan di ajang Grand Slam ini sekaligus melambungkan posisi atlet berusia 23 tahun tersebut ke dalam jajaran 40 besar peringkat dunia untuk pertama kali.

Pendidikan Karakter dan Kerendahan Hati

Kendati lahir di tengah keluarga berada, Fery menjalani proses pembinaan olahraga tanpa keistimewaan. Mantan pelatih Fery pada rentang usia 10 hingga 18 tahun, Craig Veal, mengungkapkan proses latihan Fery berlangsung sama seperti atlet muda lainnya.

"Dia tidak pernah mendapatkan perlakuan berbeda dari anak-anak lain. Dia tidak pernah mendapat keistimewaan apa pun. Dia menginap di hotel yang sama seperti pemain lain dan menjalani semuanya dengan cara yang sama," ujar Veal.

Orang tua Fery secara sengaja membatasi berbagai kemudahan fasilitas yang bisa diakses oleh putranya. Langkah pembatasan ini diterapkan agar sang anak tetap rendah hati selama meniti karier sebagai petenis profesional.

"Kalau pun ada perbedaan, justru orang tuanya lebih menahan diri dibanding keluarga pemain lain. Dia lebih jarang mengikuti turnamen internasional dibandingkan teman-teman seusianya saat berusia 11, 12, atau 13 tahun. Dia selalu memakai ponsel bekas. Tidak ada yang bisa menebak latar belakang keluarganya hanya dengan berbicara dengannya," tutur Veal.

Langkah Fery di babak semifinal Wimbledon akan berlanjut dengan menghadapi petenis peringkat ketiga dunia asal Jerman, Alexander Zverev.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang