AC Milan memaksakan hasil imbang saat berhadapan dengan Glasgow Celtic dalam laga uji coba pramusim perdana di Skotlandia. Sempat tertinggal dua gol pada babak pertama, Rossoneri bangkit menutup pertandingan dengan skor sama kuat, dilansir dari Bola.
Sepasang gol Francesco Carmada menjadi penentu yang menyelamatkan AC Milan dari kekalahan. Brace penyerang muda tersebut membalikkan keadaan sekaligus membuka rangkaian laga persiapan tim dalam menyambut musim baru.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menegaskan bahwa skuad asuhannya masih membutuhkan banyak pembenahan. Ia menilai para pemain belum sepenuhnya mampu menerapkan pendekatan taktik yang diinginkannya di lapangan.
Amorim menjelaskan bahwa skema permainan yang dirancangnya berfokus pada kontrol laga melalui penguasaan bola dan tekanan tinggi. Meski demikian, ia tidak memungkiri bahwa proses adaptasi awal ini masih menemui hambatan.
"Kami berusaha mempertahankan penguasaan bola. Kami sedikit kesulitan karena kami melakukan pressing di seluruh area lapangan. Kami perlu menambah kekuatan di dalam tim dan terus berkembang. Kami akan menjadi lebih baik secara fisik dan semakin memahami permainan," kata pelatih AC Milan, Ruben Amorim.
Juru taktik asal Portugal tersebut menambahkan bahwa prinsip permainannya mulai terlihat meski belum berjalan optimal. Penguasaan sirkulasi bola diakui menjadi elemen vital yang ingin terus ia matangkan.
"Ide ini belum sepenuhnya terserap oleh tim, tetapi sudah ada. Kami harus bisa mengontrol pertandingan dengan lebih baik melalui penguasaan bola," kata Ruben Amorim.
Ia juga menyadari bahwa proses pembentukan pola permainan ini memerlukan waktu dan kesabaran dari seluruh anggota tim.
"Terkadang butuh waktu lama untuk mencapai area lain di lapangan, tetapi memang dibutuhkan waktu," ujar Ruben Amorim.
Mengenai jalannya pertandingan di Glasgow, Amorim melihat adanya dinamika yang berbeda di setiap babak. Gol cepat dari pihak Celtic dinilai merusak ritme permainan AC Milan sehingga memicu kesulitan sepanjang paruh pertama.
Perubahan performa baru terjadi usai jeda antarbabak ketika Rossoneri mengambil alih momentum. Kebangkitan tersebut dimaksimalkan melalui sepasang gol balasan yang dicetak oleh Francesco Carmada.
"Terkadang pertandingan memang berjalan seperti itu. Ketika kami kebobolan gol pertama, itu tidak membantu tim. Pada babak kedua, kami memulai pertandingan dengan jauh lebih baik. Hal itu memberikan dampak besar terhadap pertandingan: kami kebobolan gol cepat pada babak pertama dan langsung mencetak gol pada babak kedua," kata Ruben Amorim.







