Universitas Brawijaya Lakukan Skrining Kesehatan Mental 17.000 Mahasiswa Baru

6 Agustus 2026, 07:47 WIB

Universitas Brawijaya (UB) melakukan skrining kesehatan mental terhadap 17.000 mahasiswa baru sebagai bagian dari persiapan tahun akademik 2026/2027. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat beradaptasi dan mengikuti pembelajaran secara optimal.

Skrining dilakukan secara serentak dan tatap muka di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit selama tiga hari, untuk memastikan otentisitas jawaban pada kuesioner yang disusun oleh Tim Psikolog Layanan Konseling Mahasiswa UB, dilansir dari Detikcom.

Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental, Dian Sudiono Putri, menyatakan,

"Tim panitia bertugas memastikan kepada mahasiswa bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah. Hasil tes ini bukan untuk membeda-bedakan mahasiswa, melainkan agar kampus memiliki data awal untuk memberikan pendampingan jika diperlukan," ujar Dian.

Dian juga menegaskan pentingnya skrining ini sebagai langkah pencegahan masalah kesehatan mental selama masa perkuliahan.

"Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi menurun di semester pertengahan. Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini," tambahnya.

Salah satu mahasiswa baru Fakultas Kedokteran, Ana, menyambut baik program ini dan berharap ada tindak lanjut berupa intervensi atau fasilitas penanganan medis dan psikologis bagi yang membutuhkan.

Selain skrining kesehatan mental, mahasiswa baru juga menjalani tes urine (NAPZA). UB berencana menggelar tes kesehatan mental secara rutin setiap enam bulan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang