Pengguna Threads Yurizal Meninggal Dunia Usai Curhat Sulit Dapat Kamar RS

6 Agustus 2026, 09:01 WIB

Seorang pengguna media sosial Threads bernama Yurizal Tri Chaerawan meninggal dunia setelah sempat mengunggah keluhannya terkait kesulitan memperoleh kamar rawat inap rumah sakit pada 23 Juli, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Sebelum berpulang, unggahan keluhan Yurizal di akun @yurizaltrich mengenai lamanya proses mendapatkan ruangan fasilitas medis menggunakan BPJS sempat memicu gelombang komentar negatif dari sejumlah warganet.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal.

Respon yang minim empati bermunculan di kolom komentar, di mana beberapa pengguna media sosial justru menyudutkannya alih-alih memberikan dukungan moral atas situasi sulit yang dialaminya.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana ? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," ujar seseorang.

Pernyataan bernada sinis lain turut disampaikan netizen dalam unggahan tersebut.

"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," timpal yang lain.

Kabar duka mengenai berpulangnya Yurizal kemudian dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui media sosial pada 31 Juli.

"Selamat jalan ya, Wi. Semoga husnul khotimah. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah," tulis Hilda Aprianti Perdana, sepupu Yurizal.

Informasi kepergian Yurizal memicu keprihatinan luas di platform X dan Threads, di mana banyak pihak menyesalkan aksi perundungan siber yang sempat terjadi.

"Turut berduka cita ya Abang, Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun. Sekarang yg komen komen negatif pada bingung gimana minta maafnya. Manteman nakes atau non-nakes ini sebagai reminder bagi kita yaa. Mungkin kita yg paling faham tp tak menjadikan kita kemudian mudah berkomentar bahkan yg jauh dr nalar," tutur @MinDos.

Ungkapan belasungkawa juga mengalir dari pengguna media sosial lainnya.

"Ya Allah, bener² nir empati.🥹 Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Selamat jalan Yurizal, Husnul khatimah dan tenanglah di Surga. 🤲🏼," doa @03_nakula.

Kritik tajam atas lontaran komentar pedas yang diterima almarhum turut disampaikan netizen.

"Gimana pertanggungjawaban mereka abis ngehujat orang yang ngeluh nunggu 8 jam, bahkan sampe ada yang komen nyuruh p*tng ndi. Sekarang orangnya udh meninggal, innalillahi wainnailaihi rojiun 🥺🥺🥺," kata @serasaselasa.

Menanggapi reaksi publik setelah kabar duka menyebar, salah satu warganet yang sebelumnya memberikan komentar negatif menyampaikan penyesalan terbuka.

"Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi oleh almarhum saat mencari penanganan medis", tulis akun Threads @epr.1234.

Pengguna akun yang berprofesi sebagai tenaga medis tersebut mengakui tindakannya tidak mencerminkan norma etika profesi maupun nilai kemanusiaan.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, instansi tempat saya mengabdi, dan masyarakat luas atas kegaduhan dan luka yang telah saya perbuat," imbuhnya.

Permintaan maaf terbuka itu mendapat respons dari netizen lain yang mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital.

"Mbak, Semoga kejadian ini jadi pengingat dan banyak hikmah yg bisa diambil. Selalu ingat akan hadits: Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aaakhir, fal yaqul khairan au liyashmut. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah baik atau diam 🙏," ucap @bu.dith.

Pesan pengingat tersebut diterima langsung oleh pemilik akun @epr.1234 di kolom komentar.

"makasih nggih bu pengingatnya🙏," balas @epr.1234.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang