JFA Tuding FIFA Lakukan Pemerasan Terkait Piala Dunia 2026

6 Agustus 2026, 09:18 WIB

Asosiasi Sepakbola Yordania (JFA) secara terbuka menuding FIFA melakukan pemerasan terkait partisipasi tim nasional mereka di Piala Dunia 2026 dan ajang internasional lainnya, sebagaimana dilansir dari Detik Sport pada Selasa (4/8) malam.

Presiden JFA, Ali bin Al Hussein, mengungkapkan sejumlah masalah utama yang merugikan pihaknya, mulai dari kendala visa suporter, beban pajak yang besar di Amerika Serikat, hingga pembayaran uang hadiah yang tertunda.

"Pertama, membawa para pendukung kami ke Amerika Serikat: tidak semua di antaranya mendapat visa, meskipun mereka sudah memiliki tiket-yang kita ketahui juga dijual dengan harga selangit," kecam Ali bin Al Hussein.

Selain permasalahan perizinan masuk bagi para pendukung, JFA juga mengeluhkan potongan fiskal yang dibebankan kepada tim selama menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat.

"Kedua, kami dikenakan pajak pemerintah AS melalui FIFA atas partisipasi kami. Uang yang seharusnya diperuntukkan bagi para pemain dan staf. Hal ini tidak terjadi pada mereka yang bermain dan bermarkas di Kanada dan Meksiko. Namun, kami kebetulan berada di AS, sehingga kini kami harus menanggung biaya pajak yang sangat besar akibat partisipasi tersebut," ungkap Ali bin Al Hussein.

Kekecewaan JFA semakin memuncak lantaran hak finansial mereka atas pencapaian di ajang regional hingga kini belum ditunaikan oleh badan pengelola sepak bola dunia tersebut.

"Kami telah menunggu uang hadiah untuk para pemain kami sejak Desember untuk Piala Arab di Qatar, yang merupakan ajang FIFA. Uang yang seharusnya diterima tim kami karena telah mencapai final belum disalurkan, sementara pada saat yang sama FIFA membanggakan berapa miliar yang mereka miliki sebagai cadangan," kecam Ali bin Al Hussein.

Ali menegaskan bahwa kendala yang dihadapi organisasinya berakar dari tekanan politik di tingkat kepemimpinan puncak FIFA.

"Jelas masalahnya sebenarnya terletak pada kepemimpinan. Selama berbulan-bulan, FIFA terus menolak membantu kami dalam hal ini maupun masalah lainnya, sampai akhirnya disampaikan secara lisan kepada saya selama Piala Dunia bahwa jika saya mendukung Infantino, hal itu akan sangat membantu Asosiasi Sepakbola kami," ungkap Ali bin Al Hussein.

Sikap keras Yordania ini menambah deretan anggota federasi yang menolak kepemimpinan Gianni Infantino, menyusul langkah serupa yang sebelumnya diambil oleh federasi sepak bola Inggris, Wales, Finlandia, dan Swedia.

"Kami di Yordania bangga menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak pernah mendukungnya sebelumnya dan tentu saja tidak akan melakukannya sekarang. Namun, seluruh situasi ini merupakan bentuk pemerasan dan kami menolak untuk menyerah pada hal itu," tutup Ali bin Al Hussein.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang