Gerhana Matahari Total Melintas 12 Agustus 2026

6 Agustus 2026, 13:16 WIB

Fenomena astronomi spektakuler Gerhana Matahari Total dipastikan akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Seperti dilansir dari Detik iNET, peristiwa langka ini berlangsung saat Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga menutup piringan Matahari secara penuh dari jalur totalitas. Sayangnya, tidak semua wilayah di dunia dapat mengamati momen fenomena alam tersebut.

Jalur gerhana total hanya membentang di area sempit belahan Bumi utara, sedangkan Indonesia dipastikan tidak terlintas fenomena ini sama sekali. Berdasarkan data Time and Date, piringan Matahari akan tertutup sepenuhnya oleh Bulan bagi pengamat yang berada di lima negara. Wilayah yang berada di jalur totalitas meliputi Greenland, Islandia, Portugal, Rusia, dan Spanyol.

Pengamat di kawasan tersebut bakal merasakan suasana siang hari yang berubah gelap secara mendadak. Durasi puncak totalitas terlama diprediksi berlangsung sekitar 2 menit 18 detik, serta menampilkan korona Matahari yang biasanya terhalang cahaya terang.

Negara Penonton Gerhana Matahari Sebagian

Di luar jalur utama totalitas, puluhan negara di benua Eropa, Afrika bagian barat laut, Amerika Utara utara, hingga kawasan Arktik hanya bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Tingkat penutupan piringan Matahari bervariasi di tiap wilayah.

Beberapa negara yang masuk dalam cakupan gerhana sebagian antara lain Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Arab Saudi, Swedia, hingga wilayah Svalbard dan Jan Mayen.

Penyebab Indonesia Tidak Bisa Mengamati Gerhana

Masyarakat di Tanah Air dipastikan tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total maupun Sebagian pada 12 Agustus 2026. Hal ini terjadi karena lintasan bayangan Bulan berada sangat jauh di belahan Bumi utara.

Letak geografis Indonesia berada sepenuhnya di luar jalur penumbra maupun umbra Bulan. Meski demikian, warga Indonesia tetap bisa memantau jalurnya melalui siaran langsung daring yang disiarkan observatorium internasional.

Panduan Aman Mengamati Gerhana Matahari

Bagi masyarakat di lokasi yang terlintas gerhana, pengamatan langsung memerlukan alat pelindung guna mencegah kerusakan mata permanen. Pengamat dilarang keras menatap Matahari tanpa filter khusus yang memenuhi standar keamanan internasional.

Penggunaan kacamata hitam biasa, klise foto rontgen, atau bahan seadanya tidak aman karena gagal menyaring radiasi radiasi berbahaya. Kaca filter khusus Matahari juga wajib dipasang pada lensa teleskop maupun kamera sebelum diarahkan ke Matahari.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang