BISA Project Dampingi 623 Pelajar Kurang Mampu Masuk Perguruan Tinggi

6 Agustus 2026, 13:31 WIB

Akses menuju perguruan tinggi di Indonesia masih menghadapi hambatan besar. Data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah tidak melanjutkan kuliah setiap tahunnya, seperti dilansir dari Detik iNET.

Kondisi ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi pendidikan belum memadai tanpa adanya pendampingan langsung. Pembelajaran digital perlu dilengkapi dengan sokongan yang sifatnya holistik bagi para siswa.

Menjawab permasalahan tersebut, Salam Setara bersama Kitabisa menginisiasi BISA Project. Program ini memadukan beasiswa, bimbingan belajar, pembelajaran digital, mentoring, hingga pengembangan karakter khusus bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Direktur Eksekutif Salam Setara Ahmad Mujahid menyatakan perluasan akses tidak cukup hanya bertumpu pada bantuan finansial semata.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masih ada anak muda yang gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses, maka itu menjadi panggilan bagi kita semua untuk menghadirkan solusi. Melalui BISA Project, kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan yang setara untuk meraih pendidikan tinggi," kata Ahmad Mujahid.

Capaian dan Kelulusan Peserta

Sejak diluncurkan pada 2024, BISA Project mencatat 623 pelajar dari 26 provinsi telah mendapatkan bantuan pendampingan. Sebanyak 540 peserta berhasil menembus perguruan tinggi, dengan 84 persen di antaranya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Separuh dari lulusan tersebut bahkan sukses mengamankan kursi di 20 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics. Tren positif ini berlanjut pada Batch 3 tahun 2026, di mana 401 dari 495 peserta dinyatakan lolos ke berbagai kampus.

Keberhasilan BISA Project membuktikan bahwa pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang siswa prasejahtera untuk berkuliah. Salah satu penerima manfaat, Uji Sandi, membagikan pengalamannya saat berjuang menembus kampus impian.

"Kita memang tidak bisa memilih terlahir dari latar belakang seperti apa, tetapi kita selalu bisa memilih untuk berhenti atau terus melangkah," tutur Uji Sandi yang kini diterima di Program Studi Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ekspansi Program dan Sinergi Multi-Pihak

Pada 24-27 Juli 2026 di Jakarta, BISA Project menggelar BISA Future Fest 2026 yang untuk pertama kalinya dapat diakses oleh masyarakat umum. Acara ini diisi dengan workshop dan talkshow yang menghadirkan tokoh seperti Pandji Pragiwaksono serta Andovi da Lopez.

Forum ini turut mempertemukan perwakilan pemerintah, lembaga filantropi, dunia pendidikan, dan sektor swasta guna memperkuat kolaborasi jaringan pendidikan.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, menyampaikan penegasannya terkait pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan kolaborasi dari banyak pihak," ujar Arif Jamali Muis.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang