BPS Catat Pengangguran Lulusan D4 Hingga S3 Tembus 1,03 Juta Orang

6 Agustus 2026, 14:46 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran dari lulusan perguruan tinggi jenjang D4, S1, S2, hingga S3 mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026 di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (5/8/2026). Angka tersebut menyumbang 14,31 persen dari total 7,22 juta pengangguran di Indonesia.

Jumlah pengangguran dari jenjang sarjana dan pascasarjana tersebut melampaui angka pengangguran lulusan Diploma 1, 2, dan 3 yang tercatat sebanyak 180 ribu orang atau menyumbang 2,48 persen dari total pengangguran nasional.

"Jadi kalau kita lihat dari data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) pada bulan Mei 2026, dari 7,22 juta orang yang menganggur, sebanyak 0,18 juta orang atau 2,48% itu pendidikannya D1, D2, D3 dan juga sebanyak 1,03 juta orang atau sekitar 14,31% berpendidikan D4, S1, S2, dan S3," kata Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS.

Secara keseluruhan, penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan porsi 28 persen, diikuti lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 22,39 persen. Lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah berada di posisi ketiga dengan 17,18 persen, disusul lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 15,65 persen, lulusan D4 hingga S3 sebesar 14,31 persen, serta lulusan D1 hingga D3 sebesar 2,48 persen.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia terdata sebanyak 148,19 juta orang. Lapangan kerja tersebut didominasi oleh pekerja berpendidikan SD ke bawah sebesar 35,40 persen atau 52,46 juta orang, lulusan SMA sebesar 20,72 persen, SMP sebesar 17,58 persen, SMK sebesar 13,12 persen, perguruan tinggi (D4–S3) sebesar 10,75 persen, dan lulusan Diploma (D1–D3) sebesar 2,42 persen.

"Untuk kelompoknya, dari 148,19 juta orang, penduduk yang bekerja paling banyak lulusan SD ke bawah, yaitu sebanyak 52,46 juta orang atau sekitar 35,40%, SMP 17,58%, SMA 20,72%, SMK 13,12%, D1, D2, D3 2,42%, dan universitas sebanyak 10,75%," kata Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang