Zinedine Zidane resmi mengambil alih posisi pelatih kepala Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps yang menyudahi masa baktinya seusai Piala Dunia 2026. Keputusan ini mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Les Bleus yang mengidamkan kehadiran sang legenda di tepi lapangan. Seperti dilansir dari Bola, pilar legendaris itu sebelumnya sempat menolak beragam tawaran klub demi menunggu kesempatan memimpin skuad negaranya.
Perjalanan panjang sang maestro dimulai dari kawasan La Castellane di Marseille tempat ia tumbuh besar dari keluarga keturunan Aljazair.
Bakat mengolah bola membawanya berkembang bersama Cannes dan Bordeaux hingga menembus tim nasional pada usia 22 tahun. Karier klub berlanjut ke Juventus sebelum akhirnya membawa Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 lewat dua gol sundulan ke gawang Brasil.
Kejayaan berlanjut saat menjuarai Euro 2000 lalu berlabuh ke Real Madrid dan mencetak gol voli ikonik pada final Liga Champions 2002. Setelah gantung sepatu, mantan pilar Les Bleus ini tidak langsung terjun melatih melainkan menempuh pendidikan manajemen olahraga di Limoges.
Ia menimba pengalaman di Real Madrid sebagai penasihat klub serta asisten pelatih sebelum akhirnya dipercaya menjadi manajer utama pada 2016. Reputasinya di bangku cadangan terbukti lewat perolehan tiga trofi Liga Champions secara beruntun dan dua gelar LaLiga. Mantan pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, memberikan penilaian khusus terhadap rekam jejak mantan rekan setimnya tersebut.
"Sebagai pemain dia sudah luar biasa, lalu memiliki kehidupan kedua sebagai pelatih dan kini menjadi pelatih yang luar biasa," kata Didier Deschamps.
Tantangan Baru Bersama Skuad Les Bleus
Kini tugas besar telah menanti sang juru taktik untuk meracik kekuatan anyar Timnas Prancis selepas kegagalan menembus final Piala Dunia 2026. Kehadiran pilar-pilar berbakat seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele menjadi modal berharga bagi kerangka tim baru. Dalam menjalankan tugasnya, sosok yang akrab disapa Zizou ini lebih mengedepankan pendekatan manajemen manusia serta hubungan emosional dengan para pemain.
"Saya bukan pelatih terbaik dalam urusan taktik, tetapi saya memiliki hal lain. Saya sangat memahami ruang ganti dan cara berpikir seorang pemain, dan bagi saya itu sangat penting," ujar Zinedine Zidane.
Pendekatan karakter tersebut diharapkan mampu membangun keharmonisan skuad sekaligus membawa Les Bleus kembali meraih kejayaan di panggung internasional.







