Fajar Fikri Tembus Final Japan Open 2026 Usai Bekuk Wakil Jepang

6 Agustus 2026, 15:46 WIB

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengamankan tempat di partai puncak Japan Open 2026. Keberhasilan ini diraih setelah mereka menaklukkan pasangan tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi seperti dilansir dari Bola.

Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Sabtu, Fajar/Fikri menyegel kemenangan lewat pertarungan ketat tiga gim. Pasangan unggulan kedua tersebut menyudahi perlawanan Hoki/Kobayashi dengan skor 21-14, 19-21, dan 21-18.

Hasil positif ini menjadikan Fajar/Fikri sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang melenggang ke babak final. Di laga perebutan gelar, mereka dijadwalkan menghadapi ganda putra Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae.

Fajar/Fikri tampil menggebrak sejak awal permainan pada gim pertama hingga unggul 21-14. Namun Hoki/Kobayashi bangkit di gim kedua dan menang 21-19 untuk memaksakan laga berlanjut ke penentuan.

Memasuki gim ketiga, Fajar/Fikri kembali menguasai jalannya laga dan mengunci kemenangan 21-18. Hasil ini memuluskan langkah mereka menuju laga puncak turnamen.

Fajar Alfian mengaku bersyukur bisa mengatasi tekanan pendukung tuan rumah di semifinal.

"Yang pasti senang bisa final di Japan Open menghadapi pasangan tuan rumah dan diakhiri dengan kemenangan," kata Fajar.

Terkait duel final kontra Kim/Seo, Fajar menegaskan kesiapannya menguji hasil latihan usai cukup lama tidak berjumpa wakil Korea Selatan tersebut.

"Besok sudah ditunggu Kim/Seo di final. Sudah lama kami tidak berjumpa mereka, terakhir di French Open tahun lalu. Kami ingin mengukur bagaimana latihan kami selama ini untuk menghadapi pasangan nomor 1 dunia," lanjutnya.

Langkah Putri Kusuma Wardani Terhenti

Hasil berbeda didapat wakil Indonesia di sektor tunggal putri. Perjuangan Putri Kusuma Wardani harus terhenti di babak empat besar usai ditaklukkan andalan tuan rumah, Akane Yamaguchi.

Putri KW menyerah lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-9, 16-21, dan 14-21. Usai pertandingan, ia menyoroti aspek fisik yang masih perlu ditingkatkan.

"Untuk evaluasi, saya masih harus lebih meningkatkan daya tahan lagi. Sejujurnya saya merasa punya peluang menang tadi, tapi sayang di gim kedua saya tidak bisa terus memepet dia menjelang akhir," kata Putri KW.

Putri menjelaskan bahwa perubahan tempo yang dilakukan Akane pada momen krusial menjadi titik balik kekalahannya.

"Saat poin 16-16, Akane membuat banyak sekali spekulasi pada pukulan depan dan memperlambat tempo, itu membuat saya beberapa kali kaget," ucapnya.

Selain perubahan tempo lawan, rentetan kesalahan sendiri di gim ketiga makin menyulitkan posisinya.

"Di gim ketiga saya melakukan kesalahan beruntun di titik yang sama, sebelah kiri pertahanan Akane, cukup berpengaruh akhirnya ke sisa jalannya pertandingan," tambahnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang