Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima 5.468 mahasiswa baru jenjang sarjana untuk tahun akademik 2026 setelah menyaring sebanyak 139.399 pendaftar. Kepastian tersebut disampaikan dalam sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru di Bandung pada Rabu (5/8/2026).
Seperti dilansir dari Detikcom, persentase kelulusan calon mahasiswa sarjana di kampus tersebut hanya mencapai 3,9 persen. Kondisi tersebut menandakan terdapat sekitar 96 persen pendaftar yang tidak berhasil lolos seleksi pada tahun ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof Dr Irwan Meilano memaparkan bahwa terdapat tiga fakultas dengan tingkat persaingan paling ketat. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) mencatat tingkat penerimaan terendah yakni 2,9 persen, disusul Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) sebesar 3,0 persen, serta Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) sebesar 3,7 persen.
"Di SBM hanya 3% saja yang diterima, FTTM 2,9% saja yang diterima, FTMD 3,7% yang diterima," kata Prof Irwan.
Selain persaingan yang ketat, salah satu fakultas bahkan diisi oleh para calon mahasiswa dengan raihan nilai akademik yang sangat tinggi secara nasional.
"Bahkan untuk satu fakultas, bisa saya sebut, Anda bisa menduga fakultas yang mana, nilainya adalah 0,5% terbaik se-Indonesia," ujar Prof Irwan.
Para mahasiswa baru yang diterima tahun ini mencakup perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Komposisi tersebut meliputi 97 mahasiswa yang berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta 10 mahasiswa dari jalur afirmasi. Sementara itu, untuk jenjang pascasarjana yang mencakup magister, doktor, dan profesi, ITB mencatat jumlah pendaftar mencapai 3.447 orang.






