Pakar IPB Jelaskan Hubungan Kematangan Buah dan Kandungan Gula

6 Agustus 2026, 17:31 WIB

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Prof Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa tingkat kematangan buah memengaruhi kadar gula dan rasa manisnya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui laman IPB University pada Rabu (5/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Perubahan rasa menjadi lebih manis terjadi lantaran kandungan karbohidrat pada buah yang belum matang masih didominasi oleh pati resisten. Jenis serat ini dicerna lebih lambat oleh sistem pencernaan tubuh manusia.

"Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis," ujar Guru Besar FMIPA IPB University, Prof Antonius Suwanto.

Antonius memaparkan bahwa masyarakat yang perlu membatasi asupan gula dapat memilih buah yang belum matang atau mengkal. Buah mengkal tetap menyimpan nutrisi penting seperti mineral, vitamin, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.

Kendati demikian, pengaturan porsi konsumsi dinilai jauh lebih krusial dibandingkan hanya berfokus pada tingkat kematangan buah.

"Kalau makan buah yang masak tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin masih oke dibandingkan makan buah yang setengah matang, tetapi jumlahnya banyak," jelas Antonius.

Ia menekankan pentingnya mengonsumsi buah dalam bentuk utuh agar manfaat serat alami dapat didapatkan secara optimal.

"Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat," ujar Antonius.

Kandungan serat alami dalam buah utuh berfungsi sebagai asupan makanan bagi bakteri baik di usus besar. Bakteri ini berperan dalam menjaga sistem imun serta menghasilkan hormon dan vitamin bagi tubuh.

"Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food," kata Antonius.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang