Chelsea Dihukum Denda Rp302 Miliar dan Larangan Transfer Tunda

6 Agustus 2026, 17:46 WIB

Sanksi tegas menghampiri Chelsea atas tuduhan 74 pelanggaran regulasi yang ditetapkan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Sanksi ini dijatuhkan menyusul penyelidikan mendalam terkait dugaan pelanggaran aturan perantara, agen pemain, dan investasi pihak ketiga. Seperti dilansir dari Bola, rentetan pelanggaran tersebut berlangsung pada rentang 2009 hingga 2022.

Periode itu bertepatan dengan masa kepemilikan pengusaha asal Rusia, Roman Abramovich. Otoritas sepak bola Inggris resmi menjatuhkan sanksi denda sebesar 10 juta paun atau sekitar Rp242,9 miliar kepada Chelsea. Selain denda finansial, The Blues juga dijatuhi hukuman larangan mendaftarkan pemain baru.

Sanksi larangan registrasi pemain tersebut berlaku selama dua bursa transfer berturut-turut. Meski demikian, sanksi larangan mendaftarkan pemain ini ditangguhkan hingga 30 Juni 2027.

Chelsea mulanya sempat dijatuhi sanksi pengurangan enam poin di kompetisi. Namun, hukuman pengurangan poin batal diterapkan setelah pihak klub mengajukan proses banding. FA mengonfirmasi bahwa Chelsea telah mengakui seluruh 74 pelanggaran Aturan FA E1.2 sebelum persidangan dimulai. Pengakuan tersebut disampaikan secara resmi dalam proses pemeriksaan.

Komisi Regulasi Independen pada awalnya menetapkan sanksi pengurangan enam poin yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027 beserta denda 10 juta paun. Keputusan awal ini kemudian direspons Chelsea melalui jalur banding. Dewan Banding Independen lantas mengabulkan permohonan banding dari pihak klub. Hukuman pengurangan poin akhirnya dianulir dan diganti menjadi hukuman larangan pendaftaran pemain selama dua periode bursa transfer yang ditangguhkan.

Di luar sanksi untuk klub, otoritas FA menegaskan masih terus menjalankan penyelidikan. Proses hukum tetap berjalan untuk mendalami dugaan keterlibatan individu dalam kasus ini. Sanksi terbaru dari FA membuat total denda yang harus ditanggung Chelsea membengkak menjadi 18,6 juta paun. Sebelumnya pada 2023, UEFA sudah lebih dulu menjatuhkan denda 8,6 juta paun atas pelanggaran serupa.

Langkah Transparansi Manajemen Baru

Struktur kepemilikan Chelsea berganti pada 2022 setelah konsorsium BlueCo yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital mengambil alih klub. Pengambilalihan ini terjadi pascadiskualifikasi Roman Abramovich oleh pemerintah Inggris.

Manajemen baru Chelsea memilih berinisiatif melaporkan sendiri indikasi pelanggaran masa lalu kepada pihak berwenang. Langkah pelaporan dilakukan tak lama setelah proses akuisisi klub rampung. Pihak Chelsea menyambut positif putusan akhir yang dikeluarkan oleh badan peradilan FA.

Klub menganggap keputusan ini menyelesaikan permasalahan regulasi historis yang mereka laporkan secara mandiri. Manajemen The Blues mengklaim telah kooperatif dan transparan selama masa pemeriksaan berlangsung sejak 2022. Pihak klub bahkan menyerahkan ribuan dokumen secara sukarela kepada seluruh badan regulator terkait.

Sebelum kesepakatan dengan FA tercapai, Chelsea juga sudah menyetujui penyelesaian masalah serupa dengan UEFA serta Premier League. Keputusan FA ini resmi mengakhiri seluruh rangkaian pemeriksaan regulasi yang dihadapi klub.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang