Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan penolakannya terhadap draf kesepakatan perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah tersebut diambil guna mempertahankan komitmen pemerintahannya terhadap kebutuhan keamanan di wilayah Jalur Gaza, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (6/8/2026).
Rencana perdamaian yang dirilis oleh Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump sejak 31 Juli lalu tersebut memuat 20 poin usulan. Poin-poin tersebut mengatur roadmap pelucutan senjata Hamas, transisi administratif, serta penarikan pasukan militer Israel secara bertahap dari Gaza.
Meskipun pihak Dewan Perdamaian telah menjamin bahwa penarikan militer baru dilakukan setelah proses pelucutan senjata selesai, penolakan tetap disampaikan oleh Netanyahu. Keputusan ini juga berembet dari pertemuan antara pihak Tel Aviv dengan utusan Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov pada Senin (3/8).
Pemerintah Israel mengonfirmasi telah meninjau proposal yang diajukan oleh tim Donald Trump namun memilih untuk mengembalikan draf tersebut dengan sejumlah catatan resmi.
"Kami sedang mengkajinya. Mereka mengirimkan draf kepada kami — kami tidak menyetujuinya, itu bukan draf dari kami. Kami telah mengirimkan tanggapan kami," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Sikap keras tersebut ditegaskan kembali oleh jajaran kabinet Israel demi memastikan kestabilan wilayah batas pascakonflik. Militer Israel diperintahkan untuk tetap berada di posisinya hingga seluruh ancaman keamanan benar-benar teratasi secara menyeluruh.
"Kami telah menginstruksikan militer Israel untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi tentara, warga sipil, dan wilayah Israel," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Penolakan terhadap kesepakatan damai ini terus menguat seiring dengan tekanan dari faksi sayap kanan ekstrem dalam koalisi pemerintahan. Dua menteri kabinet bahkan telah mengajukan permintaan pemungutan suara ulang pada Selasa (4/8), meskipun kabinet keamanan Israel sebelumnya dikabarkan telah menyetujui kesepakatan tersebut.






