Claudio Ranieri Menjabat Presiden dan Direktur Teknik Timnas Italia

6 Agustus 2026, 20:16 WIB

Claudio Ranieri memulai peran baru sebagai Presiden sekaligus Direktur Teknik Timnas Italia pada Rabu (29/7/2026) guna membenahi sistem pembinaan pemain usia dini. Jabatan baru ini diemban Ranieri setelah membatalkan masa pensiunnya untuk mengawasi seluruh jenjang tim nasional dan akademi sepak bola di Italia, sebagaimana dilansir dari Bola.

Mantan pelatih AS Roma dan Chelsea tersebut menggantikan Paolo Maldini yang mengundurkan diri setelah menjabat kurang dari tiga pekan akibat perbedaan pandangan terkait penunjukan pelatih. Ranieri ditugaskan membawa regenerasi baru bagi sepak bola Italia dari level paling dasar.

Penunjukan tersebut diumumkan secara resmi dalam konferensi pers pertama Ranieri bersama pelatih baru Timnas Italia, Roberto Mancini. Ranieri merasa bangga bisa menerima kepercayaan besar ini di akhir perjalanan kariernya.

"Ini adalah puncak karier saya. Saya bahkan tidak percaya ketika melihat panggilan dari Giovanni Malagò. Saat itu saya sedang berada di pantai, makanya kulit saya menjadi lebih gelap," ujar Ranieri.

Ia mengakui tanggung jawab memimpin pembinaan sepak bola Italia bukan tugas yang ringan. Namun, pengalaman panjang di dunia kepelatihan membuatnya siap menghadapi tantangan tersebut.

"Saya tahu tantangan ini tidak mudah. Namun, sepanjang karier saya sebagai pelatih, saya selalu menghadapi situasi sulit dan tidak pernah mundur," lanjut Ranieri.

Target utama Ranieri berfokus pada dua hal besar, yakni membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap tim nasional serta meloloskan Italia ke putaran utama Piala Dunia.

"Ada dua hal yang sangat penting. Pertama, membuat masyarakat Italia kembali jatuh cinta kepada sepak bola. Kedua, saya ingin anak-anak seperti cucu saya yang kini berusia 12 tahun bisa menyaksikan Italia bermain di Piala Dunia, sesuatu yang belum pernah ia rasakan," kata Ranieri.

Selain masalah prestasi, tinggi ongkos masuk akademi sepak bola menjadi perhatian khusus bagi Ranieri. Ia menilai mahalnya biaya sekolah sepak bola menghambat potensi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Saat saya di Cagliari, ada yang mengatakan kepada saya bahwa biaya masuk sekolah sepak bola terlalu mahal. Banyak keluarga tidak mampu membayarnya. Hal seperti itu tidak boleh terjadi," ujar Ranieri.

Langkah penataan ulang akses akademi ini dianggap penting agar anak-anak kembali tertarik menggeluti olahraga sepak bola di tengah banyaknya pilihan hiburan modern saat ini.

"Saya harus mempelajari bagaimana sistem ini berjalan dan mencari solusi. Di zaman ketika anak-anak memiliki begitu banyak pilihan hiburan dan olahraga lain, kita harus membuat mereka kembali mencintai sepak bola," kata Ranieri.

Menurut Ranieri, persoalan mendasar dari kemunduran prestasi tim senior Italia terletak pada lemahnya penguasaan teknik individu, meski secara organisasi taktik tim nasional kelompok umur masih cukup solid.

"Sebulan lalu saya mengatakan bahwa Italia tampil bagus di level usia muda. Kami menjuarai turnamen dan mencapai final. Namun, setelah level U-21, kami mulai kesulitan," ucap Ranieri.

Masalah ketersediaan pemain berkualitas di level senior menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan lewat pembenahan pembinaan usia dini.

"Mudah mengatakan kami gagal, tetapi kenyataannya kami tidak memiliki cukup banyak pemain berkualitas untuk dipilih," ujar Ranieri.

Ia menilai keunggulan taktik di level muda belum cukup untuk bersaing di tingkat senior tanpa ditopang oleh kemampuan teknik individu pemain yang mumpuni.

"Kami juara Eropa di level usia muda karena kuat secara taktik. Namun, di luar negeri, mereka tidak terlalu terpaku pada taktik tim seperti di Italia," kata Ranieri.

Proses pembenahan generasi baru sepak bola Italia diprediksi memakan waktu hingga satu dekade ke depan demi mencetak pemain yang kompetitif di tingkat dunia.

"Perbedaan kami dengan negara-negara lain adalah kami sangat bagus dalam taktik sebagai sebuah tim, sedangkan mereka unggul dalam teknik individu para pemain. Itulah yang harus kami perbaiki," pungkas Ranieri.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang