Surutnya Air Sungai Danube Memunculkan Bangkai Kapal Perang dan Fosil Mammoth

6 Agustus 2026, 23:02 WIB

Surutnya permukaan air Sungai Danube akibat kekeringan ekstrem memunculkan bangkai kapal perang Jerman dari Perang Dunia II serta fosil mammoth berbulu yang terkubur ribuan tahun di dasar sungai tersebut, dilansir dari Detik Travel.

Sungai Danube, sungai terpanjang kedua di Eropa, mengalami penyusutan debit air hingga level terendah yang mengganggu aktivitas pelayaran dan mengancam operasional pembangkit listrik di beberapa negara Eropa Tengah dan Timur.

Di dekat Pelabuhan Prahovo, Serbia, sekitar 20 bangkai kapal perang Jerman terlihat jelas dari permukaan air. Kapal-kapal ini merupakan bagian dari armada Laut Hitam Jerman Nazi yang sengaja ditenggelamkan pada September 1944 saat mundur dari Rumania karena serangan Uni Soviet, menurut para sejarawan.

Sekitar 200 kapal perang ditenggelamkan di ngarai Danube dekat Prahovo untuk memperlambat pasukan Soviet di Balkan, namun Jerman menyerah pada Mei 1945. Sebagian bangkai kapal masih mengandung bahan peledak sehingga evakuasi belum tuntas. Pemerintah Serbia dan Uni Eropa terus berupaya penanganan namun terkendala faktor keselamatan.

Warga Prahovo, Ivica Gavrilovic, mengatakan banyak orang penasaran ingin melihat kapal tersebut, namun akses menuju lokasi masih sulit.

"Orang-orang masih belum tahu bagaimana cara mencapai kapal-kapal itu," ujar Ivica Gavrilovic saat mengantar satu keluarga menggunakan perahu kecil miliknya.

Surutnya air juga membuat jalur pelayaran semakin sulit dilalui. Warga Prahovo lain, Krsta Brandic, menyatakan kapal besar hampir tidak bisa melintas lagi.

"Seperti yang bisa Anda lihat, kapal-kapal besar sudah tidak bisa melintas lagi," kata Krsta Brandic.

Fenomena ini bukan yang pertama kali terjadi, setelah muncul puluhan bangkai kapal Nazi pada 2024 dan rekor permukaan rendah Sungai Danube pada 2022.

Selain itu, di Bulgaria ditemukan fosil mammoth berbulu di dekat Kota Ruse. Direktur Museum Sejarah Regional, Nikolay Nenov, menjelaskan fragmen tulang yang ditemukan termasuk rahang, pecahan gading, tulang belikat, dan tulang paha.

"Warna tulangnya yang gelap kemungkinan menunjukkan bahwa hewan itu menghabiskan banyak waktu di lingkungan berawa," jelas Nikolay Nenov.

Fosil ini penting karena kondisi terawat dan terkumpul di satu lokasi, menandakan fragmen berasal dari satu mammoth yang sama. Mammoth berbulu hidup berdampingan dengan manusia purba sebelum punah sekitar 4.000 tahun lalu.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang