Erick Thohir Soroti Lapangan Kerja dan Mental Pemuda di PBB

7 Agustus 2026, 02:01 WIB

Persoalan ketersediaan lapangan kerja serta kesehatan mental menjadi dua isu utama generasi muda global yang disoroti oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir. Hal tersebut disampaikan saat berkunjung ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, dilansir dari Bola. Dalam agenda kunjungan tersebut, Erick Thohir didampingi oleh Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi.

Rombongan diterima langsung oleh Assistant Secretary-General for Youth Affairs United Nations, Felipe Paullier, untuk membahas berbagai tantangan kepemudaan dunia. Pertemuan bilateral ini menjadi momentum pertukaran pandangan terkait formulasi kebijakan yang selaras dengan kebutuhan pemuda masa kini. Diskusi mengenai berbagai isu kepemudaan internasional tersebut dinilai memberikan masukan berharga bagi penyusunan program kepemudaan domestik agar lebih tepat sasaran.

"Kami berdiskusi terkait berbagai isu kepemudaan di seluruh dunia. Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk memastikan program-program kepemudaan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pemuda dan pemudi," ujar Erick.

Dinamika perubahan global yang bergerak cepat dinilai memicu tekanan baru bagi para pemuda. Ketersediaan lapangan pekerjaan dan stabilitas kesehatan mental muncul sebagai dua faktor krusial yang paling menekan kehidupan generasi muda saat ini. "Lapangan pekerjaan dan kesehatan mental menjadi dua isu besar yang paling dirasakan pemuda dan pemudi di dunia saat ini. Karena itu, program kepemudaan yang kita jalankan harus tepat sasaran, relevan dengan tantangan yang mereka hadapi, dan benar-benar memberikan dampak," kata Erick.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan strategis. Langkah ini dirancang tidak sekadar menyelenggarakan kegiatan formal, melainkan juga membangun karakter serta meningkatkan kapasitas pemuda nasional. Upaya pembinaan tersebut merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pembangunan kepemudaan mampu membentuk generasi yang patriotik, memiliki daya juang tinggi, serta berempati terhadap sesama.

"Sejak pertama kali memberikan amanah kepada saya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang jelas bahwa kita harus membangun generasi muda Indonesia yang patriotik, gigih, dan berempati. Karena itu, setiap program harus memiliki tujuan dan dampak yang jelas bagi masa depan mereka," ujar Erick. Selain membahas pemetaan masalah, diplomasi ini ditujukan untuk memperluas jejaring kerja sama internasional Kemenpora.

Pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dengan lembaga internasional dianggap krusial untuk menghadapi tantangan global yang makin kompleks. "Pemuda adalah kekuatan masa depan Indonesia. Tugas kita memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus memiliki karakter yang kuat untuk membawa Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat dunia," pungkas Erick.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang