Sektor Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus memacu modernisasi teknologi informasi. Seperti dilansir dari Detik iNET, Lintasarta mempertegas komitmennya dalam mendorong percepatan transformasi digital BPD di seluruh Tanah Air lewat layanan Lintasarta Intelligent Core.
Kesepakatan strategi digital ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lintasarta dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) pada agenda CxO BPD Summit 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Tak cuma dengan ASBANDA, Lintasarta turut menjalin kolaborasi serupa bersama sejumlah bank daerah. Bank tersebut meliputi Bank Jakarta, Bank BPD Bali, Bank Sumsel Babel, serta sinergi strategis dengan Bank Jateng melalui usungan tema 'Satu Fondasi, Satu Kedaulatan: Infrastruktur Digital Bersama untuk BPD'.
Penguatan sistem teknologi ini terbilang krusial mengingat skala bisnis bank daerah yang terus tumbuh. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 mencatat akumulasi aset BPD telah menembus Rp 1.036 triliun, didukung rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 26,19%.
Berbekal struktur permodalan yang sehat tersebut, BPD didorong mempertajam infrastruktur IT, keamanan siber, dan adopsi kecerdasan buatan (AI). Penguatan kapabilitas ini ditujukan agar bank daerah makin optimal dalam menopang roda perekonomian lokal.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menyampaikan bahwa Lintasarta Intelligent Core mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI dalam satu ekosistem yang aman dan berdaulat.
Arsitektur teknologi ini dirancang berdasarkan tiga pilar utama. Pertama, Sovereign, yang menjamin seluruh data serta operasional bertempat di dalam wilayah hukum Indonesia. Kedua, Integrated, yang mengusung satu arsitektur serta tata kelola terpadu. Ketiga, Seamless, demi memberikan kualitas layanan digital yang efisien bagi nasabah dari hulu ke hilir.
"Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapablitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien," kata Armand saat ditemui pada acara BPD Summit 2026 di Padma Hotel Semarang, Kamis (6/8/2026).
Kerja sama strategis ini berfokus pada tiga pilar operasional. Fokus tersebut meliputi pengembangan SDM lewat program Laskar AI bersama ASBANDA University, implementasi pemanfaatan AI perbankan sesuai kebutuhan prioritas daerah, serta pembentukan Forum Transformasi Digital & AI sebagai sarana berbagi pengalaman terbaik antar-BPD.
Sesuai Arahan Roadmap OJK
Sekretaris Jenderal ASBANDA, Rokidi, menyambut baik langkah kolaborasi ini guna memperluas pencetakan talenta digital di lingkungan BPD. Peningkatan kapasitas teknologi ini diharapkan dapat membawa efek positif langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha UMKM daerah.
Inisiatif ini sekaligus sejalan dengan arahan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 dari OJK. Roadmap tersebut berfokus pada pilar akselerasi digitalisasi serta penguatan kontribusi BPD pada perekonomian nasional.
Dengan dukungan tata kelola dan sistem proteksi siber yang tangguh, industri BPD diproyeksikan makin berdaya saing dan tangguh dalam melayani ekosistem keuangan daerah.






