PLTA Garung Pasok Listrik Jawa-Bali dari Air Pegunungan Dieng

7 Agustus 2026, 02:46 WIB

Sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Bali memperoleh pasokan energi bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Fasilitas ini mengandalkan potensi aliran air alami dari kawasan Pegunungan Dieng, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pembangkit tersebut berada di bawah pengelolaan PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica dengan total kapasitas terpasang mencapai 26,4 megawatt (MW). Operasionalnya ditopang oleh dua unit turbin jenis Francis yang masing-masing berkapasitas 13,2 MW.

Daya listrik yang diproduksi disalurkan secara penuh untuk memperkuat pasokan energi nasional. Besaran kapasitas pembangkit ini diperkirakan sepadan untuk mencukupi kebutuhan daya listrik sekitar 20 hingga 30 desa, atau setara empat sampai enam kecamatan berukuran sedang di wilayah Jawa Tengah.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan bahwa operasional unit ini merupakan bagian dari komitmen penguatan energi baru terbarukan (EBT) dalam agenda transisi energi nasional.

"PLN Indonesia Power terus memperkuat peran pembangkit energi baru terbarukan sebagai fondasi transisi energi nasional. PLTA Garung tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal dan rendah emisi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal di sekitar wilayah operasi," ujar Bernadus Sudarmanta.

Penjagaan keandalan fasilitas pembangkit dilakukan secara konsisten demi menjamin kontinuitas penyaluran daya ke jaringan interkoneksi regional.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho menyampaikan bahwa pemanfaatan potensi air pegunungan ini terus dioptimalkan secara berkelanjutan.

"PLTA Garung memanfaatkan potensi air di kawasan pegunungan untuk menghasilkan energi bersih bagi masyarakat. Dengan kapasitas terpasang sebesar 26,4 MW, pembangkit ini berkontribusi mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali dengan kapasitas yang setara untuk memenuhi kebutuhan listrik puluhan desa. Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit agar manfaat energi terbarukan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Wasis.

Di samping memproduksi energi listrik, pihak pengelola juga menjalankan program tanggung jawab sosial bagi warga di sekitar area operasional. Salah satu bentuk dukungannya diberikan kepada kelompok usaha sosial Batik Shanding yang berlokasi di Wonosobo.

Program pendampingan tersebut melibatkan kelompok penyandang disabilitas untuk memproduksi kerajinan batik tulis dan batik ciprat, yang memadukan teknik pembuatan tradisional dengan corak artistik.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang