Gianni Infantino Batalkan Rencana Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

7 Agustus 2026, 05:31 WIB

Rencana komersialisasi turnamen sepak bola terbesar di dunia resmi kandas di tengah jalan. Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya membatalkan proyek penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia setelah menuai gelombang penolakan masif dari berbagai pemangku kepentingan.

Seperti dilansir dari Bola, Infantino mengonfirmasi langkah penarikan tersebut secara resmi. Ia mengakui bahwa wacana investasi swasta itu justru memicu perpecahan luas yang berseberangan dengan misi utama organisasi.

"Dengan mendengarkan secara saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang sejak awal ingin dicapai," kata Infantino dalam pernyataan resminya, dikutip dari The Guardian.

Ancaman boikot dari Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terhadap turnamen-turnamen garapan FIFA menjadi salah satu tekanan terbesar. Gelombang penolakan ini juga diikuti oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Concacaf.

Protes internal bahkan memicu pengunduran diri Carlos Cordeiro selaku penasihat senior Infantino. Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, melayangkan kritik terbuka terkait minimnya konsultasi dalam penyusunan proposal tersebut.

Kelompok investor yang dipimpin perusahaan modal ventura Thrive Capital juga dilaporkan mulai meragukan prospek keterlibatan mereka. Kondisi ini kian menyudutkan posisi Infantino di puncak pimpinan federasi.

"Tujuan FIFA selalu untuk mempersatukan dan memajukan sepak bola," ujar Infantino menambahkan.

Proposal kontroversial bertajuk FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut awal pekan ini dirancang untuk menghimpun dana ratusan juta dolar AS. FIFA berencana menjual porsi hak komersial Piala Dunia pria, wanita, hingga Piala Dunia Antarklub kepada pihak swasta.

Sebagai imbalannya, FIFA menjanjikan pembagian dana hingga lebih dari 10 miliar dolar AS kepada 211 asosiasi anggotanya. Setiap federasi yang bersedia mendaftar sebelum 19 September bahkan ditawari dana opsional sebesar 20 juta dolar AS.

Meskipun Infantino masih mengantongi basis dukungan kuat dari kawasan Afrika, skema tersebut gagal mendapatkan jumlah suara minimal yang diperlukan untuk disahkan.

Guna meredakan tensi politik yang memanas, Infantino menyatakan komitmennya untuk kembali membuka ruang dialog bersama seluruh anggota federasi dalam beberapa pekan mendatang.

Meski proposal FFE telah ditarik, posisi politik Infantino dinilai belum sepenuhnya aman. Perselisihan ini memperpanjang kekecewaan anggota terkait penanganan kasus Folarin Balogun pada ajang Piala Dunia 2026 beberapa pekan lalu.

Guna menutup kebutuhan pendanaan federasi, penggunaan dana cadangan FIFA yang ditaksir mencapai 4 miliar dolar AS kini mengemuka sebagai opsi alternatif.

Di sisi lain, UEFA bersama beberapa konfederasi lain mulai memetakan strategi untuk mengusung kandidat penantang Infantino pada pemilihan Presiden FIFA tahun depan. Padahal, Infantino sebelumnya diprediksi akan melenggang tanpa hambatan untuk mengamankan masa jabatan keempatnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang