Timnas Indonesia Tumbang 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026

7 Agustus 2026, 06:01 WIB

Timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Vietnam dalam laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB. Kekalahan ini diwarnai sorotan terhadap performa penjaga gawang Nadeo Argawinata, sebagaimana dilansir dari Bola.

Gawang Indonesia yang dikawal kiper berusia 29 tahun tersebut sudah jebol dua kali pada 15 menit pertama melalui aksi Nguyen Van Vi pada menit ke-6 dan Nguyen Hai Long pada menit ke-15. Vietnam kemudian mengunci kemenangan lewat gol Nguyen Xuan Son pada menit ke-71.

Selain kebobolan tiga gol, operan terburu-buru dari Nadeo saat membangun serangan beberapa kali membuat skuad Garuda kehilangan momentum. Meski demikian, pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai kekalahan skuad Garuda terjadi akibat buruknya organisasi permainan tim, bukan semata kesalahan kiper.

"Nadeo Argawinata tidak bisa dijadikan satu-satunya penyebab kekalahan Indonesia. Memang kebobolan tiga gol bukan hasil yang diinginkan, tetapi banyak situasi yang terjadi karena lemahnya organisasi pertahanan tim secara keseluruhan," ujar Luciano kepada Bola.com.

Mantan pelatih asal Brasil tersebut menambahkan bahwa tekanan dari serangan lawan terasa makin berat karena kerapuhan di lini belakang.

"Saya melihat Nadeo tetap berusaha memberikan rasa aman di bawah mistar dan melakukan beberapa penyelamatan. Namun, ketika lini belakang terlalu mudah ditembus dan transisi bertahan berjalan lambat, tugas seorang penjaga gawang menjadi jauh lebih sulit," lanjutnya.

Menurut Luciano, seorang kiper memang dituntut melakukan penyelamatan krusial, tetapi peran lini pertahanan tetap sangat penting untuk memberikan perlindungan.

"Seorang kiper memang harus siap menyelamatkan tim pada momen-momen penting. Di sisi lain, ia juga membutuhkan perlindungan dari para pemain bertahan," kata pelatih asal Brasil tersebut.

Ia juga menegaskan agar proses evaluasi tim pascapertandingan dilakukan secara menyeluruh ke seluruh lini permainan.

"Dalam pertandingan ini, Vietnam mampu menciptakan terlalu banyak ruang dan peluang berbahaya sehingga tekanan terhadap Nadeo sangat besar. Jadi menurut saya, evaluasi tidak boleh hanya tertuju kepada penjaga gawang," tambah Luciano.

Sebagai penutup penjelasannya, Luciano mengingatkan pentingnya perbaikan koordinasi tim untuk menghadapi laga berikutnya.

"Kekalahan ini adalah tanggung jawab seluruh tim. Indonesia harus memperbaiki koordinasi lini belakang, transisi bertahan dan komunikasi antarpemain agar situasi seperti ini tidak terulang pada pertandingan berikutnya," sambungnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang