Empat Kandidat Siap Tantang Gianni Infantino pada Pemilihan Presiden FIFA 2027

7 Agustus 2026, 07:16 WIB

Pemilihan Presiden FIFA akan digelar pada 18 Maret 2027 di Maroko dengan sejumlah nama yang muncul sebagai penantang Gianni Infantino, yang sudah memastikan maju kembali untuk mempertahankan jabatannya, dilansir dari Bola.

Pembatalan proyek FIFA Forward Enterprise pada 1 Agustus 2026 menimbulkan pertanyaan tentang arah kepemimpinan FIFA ke depan. Empat figur utama dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing pada pemilihan mendatang.

Victor Montagliani, Presiden Concacaf, menjadi kandidat yang sering disebut. Ia memiliki pengalaman memimpin konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia sejak 2016 dan berperan penting dalam persiapan Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara.

"Seperti halnya apa pun, ketika saya memutuskan untuk pergi, saya pergi. Saya berkampanye dengan biaya sendiri selama tiga bulan, mengunjungi semua 41 negara, dari AS hingga Bonaire, sebuah pulau kecil di lepas pantai Venezuela," ujar Montagliani.

Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Presiden AFC asal Bahrain, juga dipandang sebagai calon kuat. Ia telah terpilih tanpa lawan untuk masa jabatan keempat hingga 2027 dan mendorong restrukturisasi besar kompetisi di Asia.

Secara politik, Sheikh Salman kerap berbeda pendapat dengan Infantino dan menolak beberapa gagasan kontroversial FIFA, termasuk usulan memperbesar Piala Dunia menjadi 64 tim.

Nasser Al-Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain dan Ketua Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (ECA) sejak 2021, juga muncul sebagai kandidat walaupun laporan menyebut ia tidak berminat maju.

"Dia benar-benar, benar-benar, benar-benar tidak menginginkan pekerjaan itu," kata sumber dekat Al-Khelaifi saat ditanya soal kemungkinan pencalonannya pada 30 Juli 2026.

Mattias Grafstrom, Sekretaris Jenderal FIFA sejak Mei 2024 dan orang kepercayaan Infantino, menjadi nama lain yang dipertimbangkan. Ia memahami dinamika internal FIFA karena pengalaman mengelola operasional organisasi.

Namun, kedekatannya dengan Infantino dan preferensi agar presiden berikutnya berasal dari luar Eropa menjadi tantangan bagi Grafstrom jika ia memutuskan maju pada Kongres FIFA ke-77 di Maroko.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang