Prabowo Soroti Kegagalan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026

7 Agustus 2026, 10:46 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa sedihnya atas ketidakmampuan Indonesia menembus gelaran Piala Dunia 2026 saat memberikan taklimat kepada para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Prabowo menyampaikan penegasannya mengenai pentingnya memimpin jajaran pemerintahan dengan berpijak pada fakta serta realitas di lapangan meskipun hal itu terasa pahit.

"Saya terutama, mengajak tim saya dan Saudara-saudara sekalian, kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realitas, dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu, ya, tidak enak. Kadang-kadang melihat realitas itu tidak enak, terus terang saja, ya," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ia lantas membandingkan potensi besar populasi Indonesia yang mencapai hampir 300 juta jiwa dengan kegagalan prestasi di kancah sepak bola internasional.

"Contoh yang kecil saja, kita negara jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, 300 (juta) ya hampir 300 juta ya, 287 juta rakyat kita. Tapi saya sangat sedih, terus terang saja, ya kan, masalah sepakbola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Prabowo turut menyoroti pencapaian negara Cape Verde yang berpopulasi sekitar 500 ribu jiwa atau lebih sedikit ketimbang jumlah penduduk Kabupaten Sumedang yang mencapai 1,2 juta orang, namun berhasil tampil di panggung sepak bola dunia.

"Ini fakta yang tidak enak, ya. Masa negara kecil seperti Cape Verde, ya kan, Cape Verde masuk, saya nggak tahu itu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang mungkin. Ya, Cape Verde, apalagi banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Prabowo menekankan pentingnya pemerintah melakukan introspeksi dan mempelajari strategi pengelolaan tim nasional dari negara-negara kecil tersebut.

"Ini harus kita introspeksi, kita harus lihat. Tidak gunanya kita mengeluh menurut saya. Ini saya ambil contoh sepakbola, tapi nanti saya bisa ambil contoh banyak sekali, ya kan," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Di sela paparannya, Prabowo berseloroh bahwa contoh sepak bola ini tidak akan menyinggung siapa pun kecuali Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang dinilainya telah berjuang keras.

"Tapi ini contoh sepakbola saja. Kalau sepakbola, nggak ada yang tersinggung di antara kalian, kan? Bener nggak?

Iya kan. Mungkin yang tersinggung Menpora mungkin, tapi beliau juga baru Menpora-nya. Atau nggak, beliau kan sudah PSSI juga lumayan sudah.

Tapi beliau sudah berjuang luar biasa, dan kita hampir masuk kemarin ya, hampir masuk. Mungkin strateginya harus lebih pintar kita," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ia meminta seluruh pihak untuk berfokus mempelajari faktor teknis keberhasilan negara lain ketimbang terus mengeluh.

"Maksud saya begini, lihat fakta itu. Negara sebesar kita, ya, tidak bisa ikut Piala Dunia. Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, jangan… karena itu tidak akan membantu.

Nah, sekarang belajar, bagaimana? Kenapa kok bisa negara itu masuk umpamanya, ya kan? Kenapa?

Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana? 500 ribu, iya benar, Sumedang lebih banyak.

Bogor apalagi," lanjut Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang