Toto Wolff Enggan Sebut Kimi Antonelli Favorit Juara F1 2026

7 Agustus 2026, 10:46 WIB

Peluang Kimi Antonelli merengkuh gelar Formula 1 2026 dinilai belum sepenuhnya aman. Bos Mercedes, Toto Wolff, menegaskan bahwa dirinya enggan terburu-buru menyebut pembalap muda asal Italia tersebut sebagai calon kuat juara musim ini.

Keunggulan poin di klasemen sementara dipastikan tidak membuat internal tim cepat puas. Seperti dilansir dari Bola, persaingan menuju mahkota juara diprediksi tetap sengit hingga seri pemungkas.

Antonelli sukses mengamankan podium ketiga pada GP Hungaria akhir pekan lalu. Pencapaian ini terbilang impresif mengingat sang pembalap harus memulai lomba dari urutan belakang akibat hukuman penalti grid.

Hasil di Sirkuit Hungaroring tersebut makin mengukuhkan posisi Antonelli di puncak klasemen. Pembalap berusia 19 tahun itu kini mengantongi keunggulan 50 angka dari Lewis Hamilton serta memimpin 59 poin atas George Russell.

Di sisi lain, Hamilton menyelesaikannya di posisi kelima akibat penalti dan kendala di lintasan. Sementara itu, Russell menyusul di urutan ketujuh setelah sempat tercecer pada awal balapan.

Wolff mengingatkan bahwa keunggulan selisih angka saat ini belum menjamin posisi tim aman. Perjalanan musim 2026 masih menyisakan 11 seri balapan reguler serta dua babak sprint race.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan itu. Saya orang yang percaya takhayul. Meski selisihnya sudah 50 poin, masih ada banyak balapan tersisa. Dua kali gagal finis saja bisa mengubah situasi secara drastis," ujar Wolff, dikutip dari Motorsport.

Persoalan daya tahan mesin juga menjadi perhatian tersendiri bagi pabrikan asal Jerman tersebut. Wolff menekankan pentingnya konsistensi performa dari babak latihan hingga balapan utama demi menjaga momentum persaingan.

"Kami juga belum memiliki reliabilitas yang bagus. Jadi, kami hanya harus terus memaksimalkan setiap akhir pekan balapan, mulai Jumat hingga Minggu. Mudah-mudahan itu akan cukup pada akhirnya," tambahnya.

Skenario Penalti Mesin

Guna mengatasi potensi masalah daya tahan pacu, Mercedes tidak menutup kemungkinan mengambil opsi penggantian komponen mesin. Kebijakan ini berisiko membuat pembalap mereka harus menerima hukuman penalti posisi start.

Pihak manajemen saat ini sedang menghitung secara cermat sirkuit mana yang paling ideal untuk mengeksekusi strategi tersebut. Keputusan strategis ini diambil demi meminimalkan dampak kerugian poin pada sisa musim.

"Dalam hal penalti mesin, saya masih sangat berharap kami tidak perlu melakukannya. Namun, kami harus memutuskan kapan harus mengambilnya dan di sirkuit mana," kata Wolff.

Sirkuit Monza di Italia masuk dalam radar pertimbangan utama tim. Kendati sirkuit tersebut merupakan seri kandang bagi Antonelli, karakteristik trek dianggap cocok untuk melakukan perbaikan posisi jika harus mengawali balapan dari belakang.

"Ada satu balapan yang bisa sangat spesial bagi Kimi, tetapi di atas kertas itu juga tampak sebagai tempat yang bagus untuk mengambil penalti mesin. Jadi. kami perlu berbicara dengan Marco (ayah Kimi Antonelli), apakah kami ingin mengambil penalti mesin di Monza."

Sirkuit Baku di Azerbaijan turut disiapkan sebagai lokasi alternatif penukaran komponen mesin. Opsi ini dinilai dapat mengurangi beban mental Antonelli saat tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Italia.

"Baku juga bisa menjadi pilihan. Kami bisa mengurangi tekanan kepada Kimi di Monza jika harus memulai balapan dari belakang. Namun, reliabilitas kami memang belum bagus. Apakah kami akan mengambil penalti atau tidak, nanti akan kami lihat," ujar Wolff.

Apresiasi Performa di GP Hungaria

Terlepas dari kalkulasi teknis, Wolff menyampaikan pujian atas kerja keras Antonelli di GP Hungaria. Pembalap bernomor mobil tersebut mampu melesat dari posisi start ketujuh hingga berhasil menembus zona tiga besar.

Performa luar biasa tersebut dianggap menunjukkan kematangan sang pembalap muda di atas lintasan. Mercedes menilai pencapaian di Hungaria sudah sangat optimal mengingat dinamika hukuman penalti yang harus dihadapi sejak kualifikasi.

"Lewis tampil sebagai pembalap terbaik pada Sabtu pagi dan sepanjang hari Jumat. Kami memang pulang dengan tambahan beberapa poin, itu bagus. Namun, saya selalu melihat gelas setengah kosong. Hari ini kami sebenarnya bisa finis kedua, atau seharusnya finis kedua, meski pada akhirnya penalti itu mungkin menyeimbangkan semuanya," tutur Wolff.

Poin berharga yang diraih dari Hungaroring menjadi modal penting bagi Mercedes untuk menatap paruh kedua persaingan F1 2026.

"Secara keseluruhan, dari sisi Kimi, kami bisa pulang dan mengatakan 'hasil ini sudah cukup baik jika melihat tambahan poin yang kami dapatkan,'" imbuhnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang