Pemerintah Perkuat Ekosistem Digital Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

7 Agustus 2026, 11:46 WIB

Pemerintah menempatkan penguatan ekosistem digital sebagai pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini berfokus pada pengembangan infrastruktur hingga kualitas SDM.

Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa langkah strategis ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo. Tujuannya agar fondasi ekonomi digital Indonesia kian solid di tingkat global.

Airlangga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dalam negeri. Guna mempercepat pencetakan talenta digital, pemerintah bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi ternama asal India untuk membuka kampus di Indonesia.

"Karena tanpa ekosistem talenta, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan jalan. Kita tidak ingin talenta yang akan mengisi digital harus outsource lagi dari luar negeri," ujar Airlangga.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa pengembangan sektor ini bertumpu pada enam pilar strategi utama.

Enam pilar tersebut mencakup pemerataan konektivitas, pengembangan talenta, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan investasi, penyempurnaan regulasi, serta penciptaan iklim usaha yang sehat.

"Kita butuh investasi yang bukan hanya kapital tetapi juga pengetahuan. Kita butuh teknologi yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab. Semua investasi ini harus bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan teknologi tidak hanya menghubungkan Indonesia, tetapi juga melindungi hak masyarakat dan memperkuat masa depan," tutur Edwin.

Percepatan Adopsi Teknologi dan Keamanan Siber

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, menilai Indonesia perlu melakukan lonjakan teknologi secara masif. Langkah ini penting agar daya saing nasional tidak tertinggal dari negara-negara tetangga.

"Indonesia harus loncat segera ke 5G, loncat ke kripto kuantum, kemudian loncat juga ke satelit non-terrestrial network. Kita juga harus mempercepat penyediaan data center yang kapasitasnya memenuhi kebutuhan nasional," kata Sarwoto.

Penguatan infrastruktur digital tersebut juga harus diimbangi dengan perlindungan sistem yang ketat. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, mengingatkan ancaman siber kini semakin kompleks.

Nugroho menjelaskan bahwa ancaman sering kali berasal dari kerentanan internal seperti kebocoran kredensial, malware, serta human error. Oleh sebab itu, penerapan teknologi wajib menggunakan pendekatan security by design dan resilient by architecture.

Ajang DTI-CX 2026 dan Hari Bhakti Postel

Seluruh pilar pengembangan ekosistem ini menjadi pembahasan utama dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026. Acara tersebut berlangsung pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Mengusung tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat", pameran bagian Hari Bhakti Postel ke-81 ini menargetkan lebih dari 13.000 peserta. Ratusan perusahaan teknologi turut memamerkan inovasi AI, cloud, data center, dan jaringan siber.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang