UEFA Siapkan Global Nations League Tandingi Piala Dunia FIFA

7 Agustus 2026, 15:46 WIB

Tekanan yang terus meningkat terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino memicu langkah manuver dari Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa. UEFA dilaporkan telah menyusun rencana peluncuran turnamen internasional anyar berformat mirip Piala Dunia seperti dilansir dari Bola.

Gagasan tersebut muncul karena UEFA enggan mengambil risiko apabila kondisi di dalam tubuh federasi sepak bola dunia tidak mengalami perubahan. Langkah penarikan dukungan dari Wales, Inggris, dan Serbia menjadi pemicu awal menguatnya desakan terhadap Gianni Infantino.

Selain itu, gelombang kritik terhadap Presiden FIFA tersebut makin tajam seusai memunculkan wacana penjualan porsi kepemilikan saham pada ajang Piala Dunia.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengajukan konsep bernama Global Nations League berdasarkan laporan Sky Sports pada Selasa (4/8/2026). Rencana itu sebenarnya sudah dirancang pada 2017 atau setahun setelah Gianni Infantino melepas jabatan Sekretaris Jenderal UEFA demi kursi Presiden FIFA.

Format Global Nations League dirancang untuk mengisi tahun-tahun ganjil saat tidak ada agenda Piala Dunia maupun Piala Eropa putra. Kompetisi bakal diawali lewat babak kualifikasi regional sebelum melaju ke putaran final yang dihuni delapan tim.

Skema proposal menyediakan tujuh turnamen final yang masing-masing diisi delapan tim berdasarkan tingkatan kasta peringkat. UEFA juga mengonsepkan turnamen berskala mini di beberapa negara tuan rumah yang langsung memulai persaingan dari fase perempat final.

Jalur kualifikasi kawasan Eropa akan mengadopsi format UEFA Nations League. Pada divisi tertinggi, putaran final bakal menyediakan tiga slot untuk wakil Eropa, dua wakil Amerika Selatan, serta masing-masing satu tempat bagi utusan Afrika, Asia, dan Amerika Utara. Sementara itu, wilayah Oseania hanya mendapatkan satu tempat di divisi keempat.

Proyek besar tersebut sempat membeku setelah Gianni Infantino memilih fokus memperluas format Piala Dunia Antarklub FIFA.

Peluang Mosi Tidak Percaya FIFA

UEFA bersama CONCACAF mengantongi modal dukungan yang cukup untuk melayangkan mosi tidak percaya kepada Gianni Infantino. Namun, akumulasi suara tersebut belum memenuhi ambang batas syarat pencopotan jabatan sebelum agenda pemilihan Presiden FIFA pada Maret mendatang.

Kubu oposisi penentang Gianni Infantino baru menguasai 43 persen dari total anggota FIFA. Angka tersebut masih berada di bawah syarat mayoritas suara untuk menggulingkan posisi presiden.

Meskipun demikian, asosiasi anggota yang belum menentukan pilihan tidak terikat keputusan konfederasi regional mereka. Jika ada 16 negara yang mengalihkan dukungan ke kubu oposisi, posisi Gianni Infantino dipastikan berada dalam ancaman besar.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang