BRIN Beberkan Inovasi Teknologi Energi untuk Tekan Impor LPG ke Prabowo

7 Agustus 2026, 16:31 WIB

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memamerkan serangkaian inovasi di bidang energi saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Pengembangan teknologi ini difokuskan untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memangkas beban subsidi LPG nasional, seperti dilansir dari Detik Finance.

Salah satu terobosan utama yang dipaparkan adalah teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG). Inovasi ini memanfaatkan sistem penyimpanan berbasis Metal Organic Framework (MOF) yang dikembangkan bersama peneliti peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa.

"Salah satunya yang tadi sudah Bapak Presiden saksikan tentang Adsorbed Natural Gas yang memungkinkan gas alam domestik disimpan dalam tekanan sekitar 30 bar, lebih rendah dari CNG konvensional melalui teknologi Metal Organic Framework atau MOF," ujar Kepala BRIN Arif Satria dalam acara pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 150 periset BRIN, Kamis (6/8/2026).

Melalui penerapan sistem penyimpanan bertekanan rendah tersebut, BRIN mengalkulasikan efisiensi anggaran negara dalam jumlah besar. Penghematan dari pengurangan beban subsidi LPG diproyeksikan mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

"BRIN telah membangun sister-lab bersama peraih Nobel dari Jepang itu. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp 26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," beber ia.

Selain sektor gas, BRIN menggarap pemanfaatan energi terbarukan, biomassa, sampah, hingga baterai. Program diferensiasi juga menyasar sektor kelautan melalui perancangan armada penangkapan ikan berbasis daya listrik untuk membantu efisiensi para nelayan.

Uji coba pada kapal nelayan bermotor listrik mencatatkan penurunan biaya operasional energi hingga 70% jika dibandingkan dengan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) biasa.

Di bidang mineral kritis, BRIN merancang fasilitas pengolahan dengan kapasitas bahan baku minimum 1.000 ton per tahun. Penguasaan alur identifikasi, ekstraksi, hingga pemurnian ini diproyeksikan mampu mendongkrak nilai tambah komoditas hingga 40 kali lipat.

"Jadi yang sedang kita kejar bukan sekadar menambang, tetapi menguasai tahapan yang menentukan nilai strategis dan ekonominya," tambah ia.

Pengembangan kapasitas nasional juga diterapkan pada rantai pasok energi nuklir. Langkah persiapan mencakup pemetaan sumber daya uranium dan thorium, fabrikasi bahan bakar, penguasaan reaktor, keselamatan radiasi, hingga penanganan limbah.

"BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi," bebernya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang