Gelandang AC Milan Luka Modric menilai hilangnya fokus di akhir musim menjadi kesalahan fatal yang membuat timnya gagal meraih tiket Liga Champions, seperti dilansir dari Bola pada Rabu (5/8/2026).
Klub berjuluk Rossoneri tersebut mengakhiri kompetisi Serie A di peringkat kelima setelah sempat bersaing di papan atas. Hasil buruk pada pekan-pekan krusial membuat Milan terlempar dari empat besar, padahal mereka sempat membayangi Inter Milan dalam perebutan gelar Scudetto.
Kegagalan ini memicu penyesalan mendalam bagi Modric yang baru saja menyepakati perpanjangan kontrak berdurasi satu musim di San Siro.
"Saya sangat senang bisa kembali. Saya menikmati musim lalu, meskipun akhirnya tidak berjalan sesuai harapan," ujar Modric, gelandang AC Milan.
Pemain veteran asal Kroasia itu sempat mengalami cedera tulang pipi pada pengujung musim, sehingga terpaksa absen saat tim membutuhkan kontribusinya di laga-laga krusial.
"Sayangnya kami menutup musim dengan buruk dan gagal mencapai target minimum, yakni lolos ke Liga Champions. Itu sangat membuat frustrasi," tutur Modric, gelandang AC Milan.
Absennya sang gelandang di laga penting memperburuk tren performa Milan yang terus menurun menjelang akhir kompetisi.
"Saya kecewa tidak bisa membantu tim dalam laga-laga paling penting di akhir musim karena cedera. Itulah alasan saya ingin kembali. Saya berharap bisa menjalani musim yang lebih baik dan memenangkan sesuatu bersama Milan," ujar Modric, gelandang AC Milan.
Di tengah spekulasi mengenai masa depannya pasca-hasil buruk di klub dan penampilan Kroasia di Piala Dunia 2026, Modric menepis kabar bahwa keputusannya bertahan didorong oleh keinginan menghindari catatan pensiun yang buruk.
"Bukan itu alasannya. Saya bertahan karena merasa sangat bahagia di sini. Klub dan para suporter menunjukkan kasih sayang yang luar biasa kepada saya," kata Modric, gelandang AC Milan.
Pemain berusia senior ini menegaskan komitmennya untuk membantu Milan bangkit dan meraih hasil yang lebih positif pada musim depan.
"Klub juga memperlihatkan bahwa mereka benar-benar menginginkan saya tetap di sini. Saya masih memiliki gairah dan semangat yang sama untuk bermain sepak bola. Saya ingin menikmati permainan dan membantu Milan menjalani musim yang lebih baik, terutama dengan akhir musim yang jauh lebih positif," ujar Modric, gelandang AC Milan.
Modric menjelaskan bahwa penurunan performa tim bermula ketika fokus para pemain mengendur setelah peluang menjuarai Serie A menipis.
"Kami harus belajar dari kesalahan. Sampai pertandingan melawan Lazio, kami masih bersaing dalam perebutan gelar," kata Modric, gelandang AC Milan.
Rasa percaya diri berlebih mengenai posisi di zona empat besar pada akhirnya menjadi penyebab utama kegagalan Rossoneri mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa tersebut.
"Setelah menyadari Scudetto akan sulit diraih, mungkin kami sedikit mengendur karena merasa sudah aman di posisi Liga Champions. Itu adalah kesalahan besar," tutur Modric, gelandang AC Milan.
Meski kesepakatan baru baru terwujud, Modric sejatinya telah berencana memperpanjang masa baktinya sejak Desember 2025 sebelum akhirnya memutuskan menunggu hingga kondisi fisiknya benar-benar siap.






