Pemerintah Indonesia memfokuskan peningkatan performa investasi dan industri pariwisata pada kuartal ketiga tahun 2026 untuk mendorong perekonomian nasional menuju penghujung tahun, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Jumat (7/8/2026).
"Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kita genjot," kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga Hartarto mencontohkan wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terus menjadi destinasi pilihan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga Juni 2026 menembus 630,41 juta perjalanan, yang menjadi rekor tertinggi triwulan II sejak era sebelum pandemi 2019.
Data BPS menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, naik 4,63 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu, perjalanan wisman ke NTB pada Juni 2026 tercatat sebanyak 1.368.707 orang atau naik 2,73 persen secara bulanan, dan kunjungan ke NTT mencapai 29.152 kunjungan, melonjak 40,73 persen secara tahunan serta 19,85 persen secara bulanan.
"Ini kan salah satu yang menarik, bahwa Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Sehingga sektor yang terkait dengan pariwisata ini terbukti bisa menggeliat dan kita bisa dorong ini untuk low hanging fruit," ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Konektivitas transportasi udara juga menjadi sorotan karena dinilai mampu mendongkrak kunjungan turis dari kawasan Asia Tenggara, termasuk lewat pembukaan rute penerbangan langsung terbaru Bali-Phuket oleh maskapai Transnusa.
"Nah, juga ada direct flight nanti langsung dari Phuket ke Bali, atau dari Bangkok yang ditambahkan dengan penerbangan Transnusa. Sehingga dengan demikian hubungan tourism dua negara ini bisa meningkat," kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.






