Investasi Tekstil Buka Potensi 9.800 Lapangan Kerja Baru

7 Agustus 2026, 21:16 WIB

Enam perusahaan tekstil dan pakaian jadi berpotensi menciptakan sekitar 9.000 hingga 9.800 kesempatan kerja baru dari proyek investasi sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Jumat (7/8/2026).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) Rizal Tanzil Rakhman menjelaskan bahwa masuknya modal ke sektor ini memberikan dampak multiplier bagi perekonomian nasional.

"Investasi industri tekstil dan pakaian jadi tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi. Investasi ini juga menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, menggerakkan logistik, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan industri," ujar Rizal, Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI).

Penyerapan tenaga kerja tersebut tersebar di beberapa daerah, seperti PT Xinhai Knitting Indonesia di Kabupaten Brebes yang diproyeksikan menyerap 6.000 pekerja untuk pasar ekspor. Selain itu, kawasan manufaktur terintegrasi di Subang Smartpolitan yang diisi PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia diperkirakan menampung 3.000 hingga 3.800 pekerja.

Di Kabupaten Demak, PT FHG Tekstil Indonesia telah merekrut sekitar 600 pekerja lokal sejak beroperasi, sementara PT Citra Terus Makmur di Kabupaten Sumedang telah merampungkan perluasan fasilitas produksinya. Pengoperasian kembali PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Kabupaten Pemalang juga memulihkan sekitar 1.500 lapangan kerja.

Rizal menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakarjaan, Kementerian Keuangan termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta pemerintah daerah atas penciptaan iklim usaha yang kondusif.

"Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat. Dengan pasokan bahan baku dan energi yang kompetitif, tenaga kerja terampil, kemudahan investasi, akses ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat, industri TPT memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi motor penciptaan lapangan kerja nasional," ujar Rizal, Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI).

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang