Transformasi ekonomi di kawasan pesisir terus dipercepat oleh pemerintah melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dilansir dari Detik Finance.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menguraikan bahwa KNMP bukan sekadar pembangunan sarana fisik, melainkan langkah menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Program ini masuk dalam prioritas nasional pada delapan klaster program Presiden guna meratakan ekonomi pesisir dan menguatkan ketahanan pangan.
"Pemerintah ingin nelayan tidak lagi hanya menjual hasil tangkapan, tetapi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar. KNMP menjadi pusat produksi, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi hasil perikanan, sehingga nilai tambahnya dinikmati masyarakat pesisir," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Pemerintah menetapkan target nasional untuk mendirikan 5.000 titik KNMP hingga tahun 2029 mendatang.
Untuk fase awal, sebanyak 1.369 lokasi diproyeksikan dapat terbangun hingga akhir tahun 2026.
Pembangunan tahap pertama dilaporkan telah selesai 100 persen di 65 lokasi pada 25 provinsi di Indonesia.
Sementara itu, pengerjaan tahap kedua di 35 lokasi sedang berjalan dan ditargetkan tuntas bertahap pada Agustus 2026.
Wilayah Sulawesi Selatan tercatat sudah memiliki enam kawasan KNMP, yaitu di Kabupaten Takalar, Bone, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, serta Kota Makassar.
Salah satu lokasi terpadu yang siap beroperasi adalah KNMP Untia di Kota Makassar.
Kawasan Untia disokong oleh 193 nelayan aktif dan 101 unit armada kapal, dengan volume tangkapan mencapai 450 ton per tahun.
Hasil tangkapan di kawasan ini didominasi oleh jenis ikan kembung, layang, tembang, hingga komoditas kepiting.
KNMP Untia dibekali sarana lengkap seperti dermaga, bengkel docking kapal, kios perbekalan, pabrik es, cold storage, serta sentra kuliner.
Fasilitas tersebut difungsikan untuk memangkas pengeluaran operasional, memelihara mutu ikan, dan memperluas jangkauan pasar.
Dampak Ekonomi dan Rantai Pasok Nasional
Kehadiran pabrik es kini memudahkan nelayan menjaga kesegaran ikan sebelum melaut sehingga harga jualnya dapat meningkat.
Fasilitas cold storage juga memungkinkan penyimpanan hasil laut lebih lama untuk dikirim ke luar daerah memakai armada berpendingin.
Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa infrastruktur ini membuka peluang pasokan bahan baku perikanan untuk program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kalau rantai pasoknya kuat, nelayan untung, masyarakat mendapat ikan yang berkualitas, dan kebutuhan pangan nasional juga terpenuhi. Inilah yang ingin dibangun pemerintah melalui Kampung Nelayan Merah Putih," tegasnya.
KNMP Untia diharapkan menjadi percontohan ekosistem ekonomi pesisir yang mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat sektor kelautan nasional.







