Persaingan memperebutkan trofi Premier League musim 2026/2027 diprediksi berjalan sangat ketat namun hanya melibatkan sedikit klub. Mantan bek Timnas Inggris, Jamie Carragher, menilai bahwa peta persaingan musim ini hanya akan berpusat pada dua tim utama.
Arsenal memasuki musim baru dengan status sebagai juara bertahan setelah sukses mengakhiri dahaga gelar lebih dari dua dekade pada musim lalu. Kondisi ini membuat The Gunners kembali ditempatkan di jajaran teratas calon pemenang kompetisi, sebagaimana dilansir dari Bola.
Di sisi lain, lanskap Premier League mengalami pergeseran signifikan seiring masuknya era baru di beberapa klub raksasa. Manchester City, Liverpool, dan Chelsea kini mengarungi kompetisi di bawah arahan juru taktik baru usai berpisahnya para pelatih terdahulu.
Dalam dialog di podcast Football Ramble, Carragher menegaskan pandangannya mengenai peta kekuatan terkini. Mantan pemain Liverpool tersebut melihat hanya ada dua kontestan yang benar-benar siap bersaing memperebutkan mahkota juara.
"Saat ini, dan kita tahu masih ada sekitar satu bulan lagi bursa transfer, saya hanya melihat Arsenal atau Manchester City yang bisa menjadi juara," kata Carragher.
Meskipun bursa transfer musim panas masih menyisakan waktu dan membuka peluang perubahan komposisi skuad, Carragher akhirnya menjagokan Manchester City sebagai kandidat terkuat.
Sebab utama di balik pilihannya adalah konsistensi performa The Citizens. Kepergian Pep Guardiola dari Etihad Stadium dinilai tidak lantas meruntuhkan kualitas dasar yang dimiliki klub tersebut.
"Saya memilih Manchester City. Alasan saya, mereka sebenarnya masih sangat kompetitif musim lalu. Saya tahu Pep sudah pergi, saya paham itu," ujar Carragher.
Carragher juga memberikan penilaian positif terhadap Enzo Maresca yang kini memegang kendali manajerial Manchester City. Pengalaman Maresca saat menukangi Chelsea dianggap menjadi modal berharga di tingkat tertinggi.
"Saat menghadapi Liverpool musim lalu ketika masih melatih Chelsea, saya melihat dia benar-benar tahu apa yang dilakukannya. Saya pikir dia sangat mampu di level ini," tutur Carragher.
Kendati demikian, Carragher menekankan bahwa kepastian masa depan Rodri bakal memegang peranan vital dalam perburuan gelar juara musim ini.
"Kalau Rodri bertahan atau pergi, itu bisa menjadi faktor yang sangat besar. Jika Rodri pindah ke Real Madrid, mungkin saya tidak akan mengatakan Manchester City sebagai favorit," kata Carragher.
Peluang Liverpool dan Manchester United
Mengenai peluang mantan klubnya, Carragher menganggap Liverpool belum berada pada posisi yang ideal untuk kembali bersaing di papan atas. Hasil mengecewakan pada musim 2025/2026 menjadi alasan utama keraguan tersebut.
"Saat ini saya rasa Liverpool belum memiliki modal untuk berpikir menjadi juara liga. Kita lihat saja apa yang terjadi dalam sebulan ke depan, tetapi saya rasa mereka belum berada di level itu," ulas Carragher.
Pandangan serupa juga dialamatkan kepada Manchester United. Carragher secara tegas mencoret klub berjuluk Setan Merah tersebut dari daftar calon jawara kompetisi.
"Manchester United tidak akan menjuarai liga," ucap Carragher.
Meskipun meragukan peluang juaranya, Carragher mengapresiasi pergerakan Manchester United di bursa transfer yang dinilainya lebih terarah dan rasional.
"Hal yang saya sukai dari Manchester United musim panas ini adalah mereka tidak lagi terobsesi mengejar nama-nama besar. Itu sesuatu yang selama ini mereka lakukan, dan saya justru sedikit khawatir Liverpool mulai mengarah ke sana," ujar Carragher.






