Rencana mengejutkan mewarnai bursa transfer musim panas 2026. Manajer Chelsea, Xabi Alonso, dilaporkan ingin memboyong gelandang Arsenal, Martin Zubimendi, ke Stamford Bridge seperti dilansir dari Bola.
Langkah ini diprediksi memicu kejutan besar di Premier League. Kepindahan pemain secara langsung dari Arsenal ke Chelsea tergolong momen langka.
Sejak ditunjuk awal tahun ini, Xabi Alonso memegang otoritas penuh dalam pergerakan transfer klub. Pelatih asal Spanyol tersebut tidak hanya bertindak sebagai pelatih kepala, tetapi juga mengendalikan perombakan kedalaman skuad.
Kebijakan Alonso sudah membuahkan beberapa perekrutan. Chelsea sukses mengamankan Danny Welbeck dari Brighton, Jordan Henderson dari Brentford, serta wing-back Atalanta Marco Pellestra.
The Blues turut menyepakati nilai transfer 16,3 juta poundsterling plus bonus demi memboyong Pep Chavarria dari Rayo Vallecano. Selain itu, rekor transfer Inggris pecah saat Chelsea mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa senilai 117 juta poundsterling untuk diduetkan bersama Cole Palmer.
Berdasarkan laporan jurnalis Simon Phillips yang mengutip Sportbible pada Rabu (5/8/2026), Alonso menaruh minat besar untuk memboyong Martin Zubimendi ke London Barat.
Keduanya memiliki hubungan kedekatan profesional. Alonso pernah menangani Zubimendi saat melatih Real Sociedad B sebelum sang pemain dipromosikan ke skuad utama pada 2020.
Zubimendi sendiri baru memutus lima musim kariernya di Real Sociedad saat menerima pinangan Arsenal pada musim panas lalu dengan mahar 55,8 juta poundsterling.
Meski sempat tampil apik pada awal kedatangannya di Premier League, menit bermain Zubimendi perlahan terkikis menuju penghujung musim. Pemain berusia 27 tahun tersebut mencatatkan 34 penampilan di kompetisi domestik bersama The Gunners sepanjang musim lalu.
Persaingan Lini Tengah Arsenal
Masa depan Zubimendi di Emirates Stadium kian dispekulasikan seiring manuver Arsenal yang hampir merampungkan transfer mahal gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes. Kedatangan Guimaraes berpotensi makin membatasi kesempatan tampil Zubimendi.
Situasi ini mendapat sorotan dari legenda Liverpool sekaligus pandit Sky Sports, Jamie Carragher, dalam podcast The Football Ramble.






