Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi Green Terminal Bintang 2

7 Agustus 2026, 23:16 WIB

PT Pertamina Energy Terminal meraih Green Terminal Label Certification Bintang 2 dari Bureau Veritas untuk Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, Jumat (7/8/2026), dilansir dari Detik Finance. Raihan ini mencatatkan fasilitas tersebut sebagai terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang memperoleh predikat tersebut.

Sertifikasi diperoleh setelah melalui tahapan audit sejak 11 Februari 2026 hingga audit final pada Juli 2026 dengan pencapaian skor 78,86 persen. Standar Green Terminal ini diterapkan pada fasilitas berisiko tinggi yang mengintegrasikan keandalan operasional penyimpanan LPG dengan prinsip keberlanjutan dan energi terbarukan.

Terminal LPG Tanjung Sekong memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 MT atau setara 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG nasional. Fasilitas dermaganya mampu melayani kapal berkapasitas 3.500 hingga 65.000 DWT untuk menunjang distribusi energi nasional.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono menyampaikan apresiasinya atas capaian sertifikasi internasional tersebut.

"Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan," ujar Agung dalam keterangan tertulis.

Agung menambahkan bahwa fasilitas ini memadukan berbagai sistem operasional modern yang berfokus pada efisiensi dan ramah lingkungan.

"Pencapaian ini membuktikan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong tidak hanya beroperasi secara andal, tetapi juga telah menerapkan sistem operasional berkelanjutan yang mencakup aspek energi, lingkungan, digitalisasi, keselamatan, hingga komitmen terhadap pengurangan emisi karbon," jelas Agung.

Pertamina juga berencana menerapkan konsep serupa pada enam terminal lain seperti Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

"Kami ingin mereplikasi konsep Green Terminal ini ke terminal-terminal lainnya sehingga semakin banyak fasilitas Pertamina yang beroperasi dengan prinsip keberlanjutan. Keunggulan Pertamina sebagai perusahaan energi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir menjadi modal utama dalam mempercepat transisi energi. Sehingga ini menjadi sesuatu yang menjadi nilai tambah, keunikan, kekhasan Pertamina sehingga sustainability tadi bisa dicapai, dan dengan kolaborasi antar perusahaan semua bisa dicapai," jelas Agung.

Proses audit independen yang dilakukan oleh auditor internasional menjadi penegas standar kualitas yang telah diterapkan di terminal tersebut.

"Audit ini dilakukan oleh BV sebagai Lembaga auditor independen internasional dan membuktikan bahwa standar yang diterapkan sudah berkelas dunia," kata Agung.

Sementara itu, Bureau Veritas menjelaskan bahwa penentuan kelayakan sertifikasi ini melibatkan verifikasi data dan pengujian langsung di lapangan.

"Kami melakukan proses verifikasi secara independen. Penilaiannya harus berdasarkan bukti dan data yang nyata, bukan hanya pernyataan. Setelah seluruh aspek memenuhi persyaratan, kami menyatakan terminal ini layak memperoleh sertifikasi Green Terminal Label bintang 2," jelas Joko Prakoso, BV Southeast Asia Industry Director.

Joko menekankan pentingnya capaian ini bagi standar operasional fasilitas energi di tingkat global.

"Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi penerapan praktik-praktik berkelanjutan yang lebih luas di seluruh sektor energi," tutup Joko.

Penerapan Green Terminal ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina terhadap prinsip ESG dan target Net Zero Emission pada tahun 2060.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang