WNI Meninggal Dunia Akibat Ditabrak Mobil di Australia

8 Agustus 2026, 00:31 WIB

Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Nurhayati Pamungkas (44) meninggal dunia di Liverpool Hospital, New South Wales, Australia, usai menjadi korban tabrakan mobil di kawasan Lakemba, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Peristiwa naas tersebut terjadi saat korban hendak menjemput anaknya setelah berbelanja bahan makanan. Sebuah mobil jenis Toyota Tarago berwarna putih menabrak korban dan pejalan kaki lain, sebelum akhirnya menghantam dua kendaraan di seberang jalan.

Akibat benturan keras itu, korban mengalami cedera kepala berat dan tidak sadarkan diri hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah seminggu menjalani perawatan intensif. Pejalan kaki lain yang berusia 60-an tahun juga mengalami luka berat dan dirawat di St George Hospital.

Pihak Kepolisian New South Wales menyatakan bahwa pengemudi mobil, seorang pria berusia 82 tahun, telah ditangani oleh tim medis di tempat kejadian perkara dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut serta menjalani tes wajib.

Suami korban, Agung, menyampaikan rasa duka dan kebingungannya atas insiden tragis yang menimpa sang istri.

"Saya hanya ingin bertanya kepadanya. Kenapa? Kenapa?" kata Agung, kepala chef di Dick's Hotel.

Dukungan finansial dan belasungkawa mengalir dari tempat kerja pasangan tersebut. Pihak manajemen Dick's Hotel tempat Agung bekerja turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini.

"Kami sangat sedih untuk memberitahukan bahwa Nurhayati telah meninggal dunia," kata pihak hotel.

Pihak manajemen menambahkan kondisi suami dan anak-anak korban saat mendampingi di rumah sakit.

"Agung, kepala chef kami, dan kedua anaknya berada di sisinya, tetapi luka-lukanya terlalu parah," kata pihak hotel.

Pihak hotel mengajak masyarakat untuk memberikan doa bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Mohon doakan Agung dan keluarganya agar mereka dapat menjalani hidup tanpa istri dan ibu tercinta mereka," kata pihak hotel.

Aksi penggalangan dana pun digalang oleh pemilik Dick's Hotel, Elia Economou, melalui platform GoFundMe untuk membantu meringankan beban finansial keluarga korban.

"Bersama-sama, kita telah mengumpulkan lebih dari A$55.000," kata Elia Economou.

Elia berharap bantuan tersebut dapat memberi ruang bagi keluarga untuk beradaptasi.

"Meskipun tidak ada yang dapat menghilangkan rasa sakit yang mendalam, dukungan kalian akan membantu meringankan tekanan finansial pada Agung dan memberi dia dan anak-anaknya sedikit ruang untuk mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan tanpa istri dan ibu mereka," kata Elia Economou.

Selain itu, tempat kerja almarhumah di Bella Vita Cafe juga menggalang dana dan berhasil mengumpulkan hampir A$10.000. Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney mengonfirmasi wafatnya korban dan telah memberikan pendampingan konsuler.

"Sejak menerima informasi tersebut, KJRI Sydney telah berkoordinasi dengan otoritas dan komunitas Indonesia setempat," kata pihak KJRI Sydney.

Konsul Jenderal RI Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh, telah mengunjungi keluarga korban secara langsung dan perwakilan KJRI menghadiri prosesi salat jenazah di Masjid Lakemba sebelum pemakaman di Rookwood.

"KJRI Sydney akan terus berkomitmen memberikan pendampingan konsuler kepada WNI di wilayah akreditasinya sesuai ketentuan yang berlaku," kata pihak KJRI Sydney.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang