Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA Gianni Infantino yang sedang menghadapi tekanan besar menyusul gagalnya rencana FIFA Forward Enterprise (FFE), seperti dilansir dari Bola. Pernyataan sikap resmi dari pihak federasi sepak bola Argentina tersebut disampaikan secara terbuka melalui penerbitan surat resmi. Langkah penegasan ini muncul saat Gianni Infantino berupaya mengamankan masa jabatan keempat sekaligus yang terakhir sebagai Presiden FIFA.
Gelombang ketidakpercayaan dari sebagian 211 asosiasi anggota FIFA mulai bermunculan setelah mencuat kontroversi terkait upaya penjualan kepemilikan pada perusahaan pengelola Piala Dunia.
Walaupun proposal FFE dipastikan tidak berlanjut, sebanyak 55 asosiasi anggota UEFA tetap mendesak adanya pergantian kepemimpinan di tubuh organisasi FIFA. Ancaman pemboikotan berbagai ajang kompetisi FIFA, termasuk gelaran Piala Dunia mendatang, bahkan sempat diutarakan oleh pihak UEFA sebelumnya.
Sikap UEFA ditegaskan kembali pada Kamis waktu setempat bahwa syarat mereka untuk kembali berpartisipasi dalam ajang FIFA belum terpenuhi. UEFA menuntut kepastian bahwa langkah penjualan kompetisi utama dicabut serta tidak akan diulangi lagi di masa depan.
Kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino masih dirasakan UEFA, yang menilai klaim dukungan dari sejumlah pihak tidak mengubah pendirian mereka. Di tengah tekanan yang terus mengalir, Infantino tetap mengantongi dukungan dari beberapa negara dan organisasi sepak bola internasional. Dukungan bulat diberikan oleh Komite Eksekutif Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) kepada Gianni Infantino.
Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 juga menyatakan dukungan, meskipun Konfederasi Concacaf sempat menyerukan evaluasi total.
Presiden AFA Claudio Tapia menandatangani surat terbuka yang menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Infantino selama 10 tahun terakhir. Fokus kepemimpinan Infantino dinilai AFA sukses mengembangkan sepak bola global lewat tata kelola yang stabil, transparan, dan jelas. AFA turut mengapresiasi keputusan FIFA yang menarik proposal pemicu ketidakpastian di lingkaran sepak bola dunia.
Langkah pengakuan kesalahan serta permohonan maaf kepada 211 anggota FIFA dianggap AFA sebagai tindakan yang sangat patut dihargai.
Ruang dialog bagi seluruh asosiasi anggota dan konfederasi dinilai AFA berhasil dibuka oleh Infantino melalui prosedur demokratis. Menjelang Kongres FIFA mendatang, AFA meyakini kepemimpinan Infantino perlu dilanjutkan demi pengembangan sepak bola yang lebih inklusif.
Penyelidikan Terhadap Timnas Argentina
Di sisi lain, staf pelatih dan para pemain Timnas Argentina saat ini masih menjalani proses penyelidikan oleh pihak FIFA. Penyelidikan tersebut berkaitan langsung dengan insiden pasca-laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol pada 19 Juli lalu.
Kepastian mengenai potensi pelanggaran kode disiplin di New York New Jersey Stadium tersebut belum diumumkan secara resmi oleh FIFA. Gelar juara dunia kedua dalam sejarah Spanyol dipastikan pada laga final tersebut melalui gol tunggal tunggal Ferran Torres.







