Badan Gizi Nasional Berhentikan 66 Kepala Dapur Program MBG karena Indisipliner

8 Agustus 2026, 06:16 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) memproses pemberhentian secara tidak hormat terhadap 66 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program makan bergizi gratis (MBG), Jumat (7/8/2026), di Jakarta Pusat.

Jumlah kepala dapur yang diberhentikan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat 29 kasus, Jakarta dan Banten 19 kasus, Jawa Tengah 12 kasus, Jawa Timur 27 kasus, Sumatera 21 kasus, Kalimantan 9 kasus, Sulawesi 4 kasus, serta wilayah lain 5 kasus, dilansir dari Detik Finance.

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa pemberhentian dilakukan karena tindakan indisipliner yang serius, seperti tidak hadir di tempat kerja selama lebih dari 10 hari berturut-turut, penipuan melalui phishing, keterlibatan dalam aktivitas ilegal, dan tindak pidana hengki pengki.

"Per hari ini kami telah memproses pemberhentian dan pembinaan SPPI atau Kepala Dapur, 66 kasus dalam proses pemberhentian. Jadi, diberhentikan secara tidak hormat," ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, "Jadi, diberhentikan secara tidak hormat karena apa? Karena tindakan indisipliner, tidak berada di tempat lebih dari 10 hari secara berturut-turut, kemudian ada kejadian phishing, yaitu tadi mengaku duitnya hilang karena scam dan lain-lain. Kemudian ada juga yang terlibat judi online, dan juga ada yang kemudian terbukti melakukan tindak pidana hengki pengki."

Sudaryono menyebut bahwa Badan Kepegawaian Negara sudah memproses pemberhentian terhadap pegawai tersebut.

Selain itu, terdapat 60 kasus kepala dapur yang masih dalam proses pembinaan internal. Menurut Sudaryono, pembinaan ini terkait konflik antara kepala dapur dan mitra yang mengelola dapur MBG.

"Pembinaan internal ini sebagian besar itu adalah karena terjadinya konflik antara mitra yang punya dapur berkonflik dengan Kepala Dapurnya. Siapa yang salah dan siapa yang keliru, itu yang kita lagi cek. Apakah Kepala Dapurnya neken-neken mitra minta fee, atau mitranya yang neken-nekan Kepala Dapurnya misalnya minta untuk pengurangan atau minta keuntungan lebih sehingga ada pengurangan kualitas dari makanan yang disediakan, ini kami cek semua," ujar Sudaryono.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang