UEFA mengumumkan sikap memboikot lima turnamen yang diselenggarakan FIFA sebagai bentuk kekecewaan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino, dilansir dari Detik Sport.
Sikap ini muncul setelah Infantino diklaim tetap mendapat kepercayaan memimpin FIFA meskipun mendapat kritik keras. UEFA menyatakan syarat untuk mengikuti kompetisi FIFA belum terpenuhi.
UEFA menegaskan bahwa asosiasi anggotanya meminta penarikan proposal penjualan kompetisi utama FIFA dan jaminan agar citra sepak bola tidak dirusak oleh upaya serupa di masa depan.
"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah sangat jelas mengenai syarat-syarat yang melekat pada keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," ujar UEFA.
"Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi. UEFA juga telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Posisi tersebut tetap berlaku," lanjut UEFA.
Lima turnamen FIFA yang terancam tanpa kehadiran negara-negara Eropa adalah Piala Dunia Putri U-20 di Polandia pada September, Piala Dunia Putri U-17 di Maroko pada Oktober, Piala Dunia Putra U-17 di Qatar akhir tahun ini, serta Piala Dunia Antarklub Putri dan Piala Dunia Putri yang akan digelar tahun depan.
Sikap UEFA muncul sebagai respons atas pengumuman bahwa Infantino masih didukung oleh beberapa pejabat senior di FIFA setelah rapat darurat di Rabat, Maroko, pada 5 Agustus 2026.
Infantino tengah menghadapi tekanan karena usulan kontroversialnya menjual saham Piala Dunia ke investor swasta, yang membuatnya kehilangan dukungan dari sejumlah negara anggota FIFA.
"Usulan itu membuat Infantino kehilangan dukungan dari beberapa negara anggota, di tengah niatnya maju kembali sebagai presiden tahun depan," tulis laporan tersebut.
Meski demikian, Infantino mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan disebut mendapatkan kembali kepercayaan dari pejabat FIFA untuk melanjutkan kepemimpinannya.







