Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar. Kedatangan pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut disambut atraksi paper mob dari ratusan pelajar, seperti dilansir dari Detikcom.
Sebanyak 190 murid dari pelbagai tingkatan mengangkat kertas merah dan kuning secara bersamaan. Aksi yang membentuk pola penyambutan ini dipandu oleh Muhammad Yunus, siswa kelas XI SRMA yang memimpin barisan usai berlatih selama dua hari.
"Bangga, senang juga ketemu Pak Menteri Sosial dan bisa tampilin penampilan terbaik juga. Saya ke depannya mau lebih baik lagi, mandu teman-teman biar lebih kompak lagi," kata Yunus pada keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
Selain aksi pemandu kertas, para siswa menampilkan pertunjukkan baris variasi, bela diri karate dan silat, hingga pidato empat bahasa. Rombongan menteri disuguhi pula penampilan Kesenian Tari A'Bulo, Tari Empat Etnis, dan paduan suara.
Yunus yang bercita-cita menjadi anggota TNI mengaku mendapatkan pendampingan penuh dari staf pengajar dan pengasuh di lembaga tersebut.
"Di-treat baik banget sama guru, wali asuh dan semua. Enggak ada yang kurang, senang terus, enggak ada minusnya," ujarnya.
Keberanian anak-anak tampil di depan umum mendapatkan apresiasi langsung dari Mensos. Menurutnya, indikator perkembangan peserta didik tidak terbatas pada pencapaian akademik atau aspek fisik semata.
"Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental," kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk memetakan minat serta potensi setiap anak tanpa menggunakan seleksi tes akademik.
"Di Sekolah Rakyat semuanya didampingi. Tidak ada tes akademik, yang ada adalah siapa yang memenuhi kriteria. Ada yang lancar Bahasa Inggris, ada yang pintar matematika, tapi ada juga yang belum bisa membaca. Semua dilayani sesuai dengan minat dan bakatnya," ujar Gus Ipul.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang mendampingi kunjungan tersebut menilai adanya perubahan perilaku yang positif pada para peserta didik sejak awal masuk.
"Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan," ujar Andi Sudirman.
Pemerintah daerah memandang hadirnya ruang belajar ini memberi kesempatan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakat yang sebelumnya terpendam.
"Sekolah Rakyat adalah sekolah yang tidak memiliki sekat, tapi sekolah yang berpengetahuan luas," katanya.
Saat ini Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan tercatat menampung 414 peserta didik. Jumlah tersebut terbagi atas 24 siswa tingkat SRD, 125 murid SRMP, 120 pelajar kelas X SRMA, serta 145 anak di kelas XI SRMA.






