Prabowo dan Bahlil Tekankan Kualitas Diri Tidak Ditentukan Kampus

8 Agustus 2026, 08:01 WIB

Kemampuan, kerja keras, serta karakter individu dinilai jauh lebih menentukan kualitas seseorang dibandingkan nama besar perguruan tinggi tempatnya menempuh pendidikan. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Pandangan tersebut mengemuka dalam acara peluncuran dan bedah buku berjudul 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. Bahlil menegaskan bahwa lulusan dari kampus ternama tidak secara otomatis lebih layak dijadikan inspirasi daripada lulusan kampus biasa.

"Karena tidak mutlak orang yang sekolahnya di kampus gede, lalu kemudian hanya mereka yang pantas untuk kita jadikan inspirasi. Karena bagi saya, kampus itu tidak menjamin kualitas seseorang," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat membahas pencapaian karyanya selama menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM hingga menjadi Menteri ESDM. Menurutnya, jaminan atas kualitas individu murni berasal dari dalam diri masing-masing melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Yang menjamin kualitas seseorang, itulah orang itu sendiri. Jadi, karya itu tergantung dari seberapa besar kemampuan orang, individu, untuk melakukan secara sungguh-sungguh dengan sesuatu yang baik, yang dampaknya untuk rakyat bangsa negara," jelas Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dukungan atas pandangan tersebut juga diutarakan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan yang sama. Prabowo menilai kecerdasan seseorang tidak bergantung pada almamater tempatnya belajar, sebagaimana dibuktikan oleh perjalanan karier Bahlil.

"Kecerdasan itu bukan dari sekolah, menurut saya, kecerdasan bukan dari sekolah, dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi, Pak Bahlil," sebut Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Prabowo sempat berseloroh mengenai riwayat pendidikan S1 Bahlil di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura yang dinilainya kurang populer di internet.

"Saya kira sekolahnya tidak terlalu terkenal, Pak Bahlil. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah tidak ada. Itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana," tegas Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Di samping faktor pribadi, Prabowo berpendapat kecerdasan seseorang turut dipengaruhi oleh peran serta pendidikan orang tua, khususnya figur seorang ibu.

"Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua. Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita ya, bahwa sorga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar," tutup Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang