Pemerintah Pertahankan Larangan Ekspor Bauksit dan Tembaga Mentah

8 Agustus 2026, 08:31 WIB

Kebijakan pelarangan ekspor bijih bauksit dan konsentrat tembaga mentah dipastikan terus berlanjut demi memperkuat hilirisasi domestik serta transformasi ekonomi nasional, sebagaimana ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026), dilansir dari Detik Finance.

"Untuk ke depan, saya pikir kan sudah ada beberapa komoditas yang harus kita tetap pertahankan pelarangannya. Di antaranya bauksit, kemudian tembaga," kata Bahlil.

Langkah penahanan ekspor bahan mentah tersebut ditempuh guna memastikan seluruh sumber daya alam nasional mampu diolah secara mandiri di dalam negeri, yang sekaligus menjadi pilar utama strategi transformasi ekonomi.

"Dalam rangka untuk melakukan transformasi ekonomi, memang kita tidak ada cara lain, harus ada industri dalam negeri," ujar Bahlil.

Keberadaan fasilitas pengolahan domestik diyakini tidak hanya mendongkrak nilai tambah komoditas secara signifikan, melainkan turut memperluas penciptaan lapangan pekerjaan serta memicu pertumbuhan ekonomi regional di sekitar kawasan industri.

Selain dua komoditas utama tersebut, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji potensi penghentian pengiriman ke luar negeri untuk bahan mentah timah, seperti yang pernah diungkapkan dalam keterangan tertulis Minggu (15/2/2026).

"Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah," jelas Bahlil.

Kebijakan restriktif serupa sebelumnya terbukti mendatangkan lonjakan devisa yang masif, merujuk pada penghentian ekspor bijih nikel pada periode 2018 hingga 2019.

"Total ekspor nikel kita tahun 2018-2019 itu hanya US$ 3,3 miliar. Dan kemudian begitu kita melarang ekspor, di 2024 itu total ekspor kita sudah mencapai US$ 34 miliar. 10 kali lipat hanya dalam waktu 5 tahun. Inilah kemudian yang menjadi dorongan pertumbuhan ekonomi yang merata, menciptakan lapangan pekerjaan," papar Bahlil.

Seluruh pelaku usaha diimbau agar segera mengalihkan fokus investasi dengan membangun sarana hilirisasi mandiri di dalam negeri alih-alih terus mengekspor komoditas mentah.

"Silakan teman-teman membangun investasi hilirisasi di dalam negeri," kata Bahlil.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang