Kebakaran Meluas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Luas Terbakar Capai 127 Hektare

8 Agustus 2026, 08:47 WIB

Kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga Jumat, 7 Agustus 2026, dengan luas area terbakar mencapai 127 hektare. Api kini berjarak sekitar 2 kilometer dari kawasan wisata Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dilansir dari Detik Travel.

Petugas gabungan dari BPBD, Polres Lumajang, dan TNI melakukan penyekatan untuk mencegah api menjalar lebih dekat ke kawasan wisata. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan diperkuat dengan armada udara.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, "Petugas saat ini diterjunkan untuk membantu upaya pemadaman di kawasan TNBTS." Ia menambahkan bahwa titik api berada lebih dari 2 kilometer dari Puncak B29, dan petugas melakukan penyekatan agar api tidak menjalar ke kawasan wisata.

Metode pemadaman dari darat menggunakan teknik gebyok, dengan memukul atau memutus jalur rambatan api menggunakan ranting pohon serta alat jet shooter. Mobil pemadam dan truk tangki air juga dikerahkan untuk menjangkau titik api yang dapat diakses dari darat.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, luas kawasan yang terbakar mencapai 127 hektare dan masih berpotensi bertambah karena beberapa titik api belum padam. Titik api baru juga muncul di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan kobaran api bergerak ke arah utara kawasan Bromo.

Kondisi angin kencang, suhu udara panas, dan vegetasi kering mempercepat perambatan api melalui savana dan semak belukar. Petugas gabungan yang terlibat meliputi Balai Besar TNBTS, BPBD Jawa Timur, BPBD Probolinggo, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan.

Pemadaman udara diperkuat dengan dua helikopter BNPB yang tiba di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, untuk melakukan water bombing ke titik api yang sulit dijangkau. Helikopter mengambil air dari Danau Ranupani, namun operasi menghadapi kendala angin kencang di lokasi.

BPBD Jawa Timur juga mengerahkan drone water spray berkapasitas 150 liter untuk menjangkau titik api sulit diakses.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan, "Penutupan masih diberlakukan karena jalur tersebut menjadi akses utama mobilisasi pemadaman dan pengiriman peralatan. Selain itu, kami juga mengutamakan keselamatan pengunjung apabila kebakaran meluas." Beberapa kawasan wisata seperti Lembah Watangan dan Padang Savana ditutup sementara untuk mendukung pemadaman dan keselamatan wisatawan.

Rudijanta menambahkan, luas area terbakar mencapai 127 hektare dan petugas masih fokus memadamkan titik api yang belum padam. Operasi water bombing selanjutnya akan difokuskan pada titik api di atas tebing dan lokasi sulit dijangkau darat.

Petugas berharap kombinasi pemadaman darat dan udara dapat segera mengendalikan kebakaran agar api tidak semakin meluas dan mendekati kawasan wisata Puncak B29.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang