Prabowo Peringatkan Kepala Daerah Soal Pembangunan Jembatan Desa

8 Agustus 2026, 11:46 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah pusat bakal mengambil alih pembangunan jembatan di daerah apabila pemerintah daerah gagal memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat desa tersebut, Jumat (7/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Orang nomor satu di Indonesia tersebut menyampaikan instruksi tegas itu dalam acara di The Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Ia menyoroti penyaluran dana desa sebesar Rp 1 miliar per tahun yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir.

Menurut perhitungan pemerintah pusat, anggaran desa tersebut dinilai lebih dari cukup untuk membiayai pembangunan fasilitas jembatan warga yang rata-rata membutuhkan dana ratusan juta hingga beberapa miliar rupiah.

"Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun. Rp 1 miliar satu desa satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta rata-rata, Rp 700 juta, Rp 800 juta.

Yang besar mungkin Rp 2 M, Rp 3 M. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah menolak untuk saling menyalahkan terkait keterlambatan pembangunan infrastruktur penunjang di daerah dan memilih untuk fokus memberikan solusi cepat bagi masyarakat.

"Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini!" ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Penegasan tersebut disusul dengan peringatan langsung kepada para pejabat daerah mulai dari tingkat gubernur hingga kepala desa agar responsif terhadap keluhan warga.

"Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat," lanjut Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah pusat telah merealisasikan pembuatan ribuan akses jembatan di seluruh wilayah Indonesia melalui pemanfaatan respons cepat teknologi atas laporan warga.

"Saudara-saudara sekalian, prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tanggap, kita segera tanggap, kita reaksi.

Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan seluruh desa-desa di Indonesia. Yang banyak tidak diingat oleh banyak elite Indonesia saudara-saudara," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Selain fasilitas jembatan, perbaikan sarana pendidikan dan kesehatan masyarakat juga terus digenjot secara masif oleh pemerintah.

"Jadi saya kira sangat banyak hasil yang kita lakukan, perbaikan yang kita lakukan. Puluhan ribu sekolah sudah kita perbaiki. Akhir tahun ini mungkin lebih 70 ribu. Tahun depan target kita 100 ribu," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah menargetkan pembenahan seluruh fasilitas sekolah dan pusat kesehatan masyarakat selesai sepenuhnya dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

"Dan kita akan selesaikan dalam tiga tahun yang akan datang semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Semua puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki saudara-saudara sekalian," lanjut Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Capaian serta target pembangunan infrastruktur daerah tersebut dinilai sebagai hasil koordinasi dan kerja keras jajaran kementerian dalam Kabinet Merah Putih.

"Jadi saudara-saudara, ini juga tadi akibat kerja sama yang baik, kerja keras yang baik, keberanian oleh hampir semua menteri saya lihat, percaya diri ya kan. Orientasi kepada kebenaran, orientasi kepada rakyat. Kita akan bergerak lebih cepat lagi," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang