Jumlah penonton televisi pada kejuaraan Piala Presiden 2026 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraannya setelah mengalami peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan edisi sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Bola.
Peningkatan angka kepemirsaan tersebut dicapai sejak fase penyisihan grup hingga babak semifinal, sebelum ditutup oleh partai final antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026).
Pencapaian rekor pemirsa layar kaca tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan pihak penyiar resmi kejuaraan pramusim tersebut.
"Piala Presiden tahun ini jauh lebih sukses ya menurut saya. Apalagi kalau dari saya sebagai official broadcaster melihat dari sisi kepemirsaan TV saja, itu meningkat 16 persen dibanding tahun lalu dan ini adalah paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Harsiwi Achmad, Direktur Emtek Media.
Berdasarkan catatan statistik penyiaran, rata-rata audience rating dari babak grup hingga semifinal menyentuh angka 4,3 persen dengan audience share mencapai 24,5 persen.
"Kalau kita lihat mulai dari group stage sampai semifinal, itu average audience rating-nya 4,3 persen, share-nya 24,5 persen. Yang saya katakan tadi, itu naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya," tutur Harsiwi Achmad.
Hasil data ini memperkuat status ajang pramusim tersebut sebagai salah satu agenda olahraga yang paling diminati oleh khalayak publik nasional.
"Jadi, ini merupakan turnamen pre-season paling besar di Indonesia saat ini," tegas Harsiwi Achmad.
Faktor utama tingginya minat penonton disinyalir karena keterlibatan klub-klub besar dengan basis pendukung masif seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta, serta alokasi total hadiah yang mencapai Rp8 miliar.
"Menurut saya yang pertama adalah pemilihan klub yang ikut, terutama klub-klub Indonesia yang mempunyai basis fans yang sangat besar dan basis penonton yang sangat besar. Kemudian yang kedua adalah mungkin karena hadiahnya yang sangat besar juga menjadikan permainan mereka sangat kompetitif dan sangat seru," jelas Harsiwi Achmad.
Transparansi turnamen serta ketiadaan agenda kompetisi lain di saat bersamaan turut mendongkrak perhatian pemirsa sepanjang ajang bergulir.
"Apalagi kan ini pertandingannya betul-betul dibuat transparan, terus jelas, dan sebagainya. Kemudian yang ketiga adalah di tengah-tengah tidak ada pertandingan lain," lanjut Harsiwi Achmad.
Pengorganisasian yang terencana serta jangkauan siaran stasiun televisi nasional penayang juga menjadi pendorong utama meroketnya performa kepemirsaan.
"Kemudian yang keempat juga penyelenggaraannya rapi, bagus, hype-nya luar biasa, dan tentunya karena tayang di Indosiar sebagai Rumah Sepak Bola Indonesia dan saat ini Indosiar nomor satu, sehingga memang itu semuanya menjadikan performa dari Piala Presiden tahun ini begitu luar biasa," ungkap Harsiwi Achmad.
Pihak penyiar berharap tren positif tersebut terus terjaga pada edisi-edisi berikutnya demi mengisi kekosongan jadwal kompetisi reguler di tanah air.
"Harapannya adalah semoga penyelenggaran Piala Presiden tahun-tahun berikutnya akan semakin keren, semakin sukses, semakin melibatkan banyak tim-tim besar, dan tentu saja semoga event ini akan terus berlanjut untuk mengisi kekosongan kompetisi dan menjadi turnamen pre-season yang paling besar," terang Harsiwi Achmad.







