Pemerintah Matangkan Pembaruan Buku Ajar Nasional Sekolah

8 Agustus 2026, 13:47 WIB

Pemerintah mematangkan pembaruan buku ajar nasional jenjang SD hingga SMA sebagai langkah memperkuat mutu pendidikan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna menindaklanjuti instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto setelah meninjau kualitas buku pelajaran sekolah, dilansir dari Detikcom pada Kamis (7/8/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa perhatian terhadap pembaruan buku cetak berawal dari peninjauan langsung oleh Presiden Prabowo di sejumlah fasilitas sekolah. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara mengecek kondisi fisik hingga ukuran cetakan buku yang digunakan oleh para siswa.

"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu per satu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebagai langkah evaluasi, pemerintah turut membandingkan standar buku sekolah nasional dengan terbitan di negara-negara tetangga demi menjamin peningkatan kualitas secara menyeluruh.

"Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik," ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fokus perbaikan tidak hanya menyasar aspek karakter kebangsaan, tetapi juga pengembangan sains, teknologi, serta penguasaan bahasa asing.

"Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Peningkatan mutu fisik buku cetak turut menjadi perhatian utama agar fisik buku lebih tahan lama, berukuran proporsional, serta layak diwariskan kepada peserta didik pada jenjang berikutnya.

"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Selain itu, budaya membaca rutin yang diterapkan dalam keluarga Presiden sejak kecil kini dikoordinasikan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk digalakkan kembali di lingkungan sekolah.

"Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang