Pemerintah menargetkan penataan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi tuntas pada 2027 dengan mengakhiri praktik open dumping. Langkah ini dilakukan melalui skema penutupan timbunan sampah atau capping untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan biaya penutupan membran diperkirakan mencapai Rp1 hingga Rp1,5 miliar per hektare. Dengan total luas area yang harus ditata, kebutuhan dana penanganan diproyeksikan menyentuh angka Rp150 miliar untuk beralih ke sistem kontrol landfill sesuai regulasi berlaku.
"Di undang-undang kita hanya boleh kontrol landfill, tidak boleh landfill open dumping seperti ini," ujar Hanif dalam keterangannya saat melakukan inspeksi ke TPST Bantar Gebang, Jumat (7/8/2026).
Upaya penekanan volume limbah dari hulu terus diterapkan sehingga jumlah armada pengangkut menuju Bantar Gebang menyusut dari 1.200 truk menjadi kisaran 600 hingga 700 truk per hari. Penurunan ini didukung oleh pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan dan Bantar Gebang yang mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dari total kapasitas 4.000 ton.
"Kalau dulu waktu pertama kita datang itu hampir 1.200 truk per hari. Hari ini relatif jauh berkurang bahkan jauh berkurang angkanya mungkin mendekati 600-700 truk per hari," ucap Hanif.
Selain fasilitas pengolahan hulu, pemerintah fokus menangani sampah organik Jakarta yang porsinya mencapai 40 hingga 50 persen dari total 8.000 sampai 9.000 ton produksi sampah harian. Untuk mengolah sekitar 4.000 ton limbah organik harian, pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas biodigester modern dengan estimasi investasi Rp2 hingga Rp3 triliun.
Di sisi sosial, proses penataan area landfill ini berdampak pada keberadaan sekitar 4.000 pemulung yang beraktivitas di Bantar Gebang. Pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan guna menyiapkan solusi mata pencaharian bagi para pekerja informal tersebut.







